by

Tips Mengatasi Tarif BPJS yang Naik

Awal tahun 2020 masyarakat dikejutkan dengan kenaikan iuran tarif Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Ada banyak reaksi yang muncul mulai dari penolakan hingga antisipasi dan mengatur anggaran keuangan agar tetap mendapatkan perlindungan.

BPJS Kesehatan sangat penting terutama bagi mereka yang tidak memiliki asuransi kesehatan lainnya. Manfaatnya justru dirasakan saat mengalami sakit berat yang memerlukan biaya perawatan tinggi sehingga sebenarnya tidak perlu lagi meminjam atau mengajukan dana cepat untuk biaya pengobatan.

Sikap yang perlu ditempuh sebenarnya tidak bersifat reaktif sampai berhenti membayar iuran. Apalagi jaminan sosial ini secara sederhana merupakan dana patungan seperti halnya asuransi. Oleh karena itu, ada beberapa kiat khusus dalam menyikapi tarif BPJS yang naik seperti ulasan berikut ini:

  1. Mengatur kembali anggaran pengeluaran

Saat terjadi kenaikan bahan pokok, umumnya beberapa orang akan menyesuaikan anggaran pengeluaran. Kenaikan tarif BPJS kesehatan ini sebenarnya akan dirasakan oleh peserta kelas I dan kelas II yang naik 100 persen lebih. Sementara kenaikan kelas III tidak terlalu signifikan dibandingkan dengan dua kelas lainnya.

Tarif BPJS terkini 2020 untuk kelas III dari Rp25.500 menjadi Rp42.000, kelas II dari Rp51.000 menjadi RP110.000, dan kelas I dari Rp80.000 menjadi Rp160.000.

Dengan kenaikan tersebut sudah bisa diatur ulang kembali apa yang kira-kira bisa dikurangi dari anggaran lainnya. Kamu bisa menggunakan kuadran prioritas berdasarkan pengeluaran yang dilakukan.

  1. Pertimbangkan turun kelas dengan bijak

Opsi yang juga banyak diambil adalah turun kelas dari yang sebelumnya. Hal ini memang terkait dengan jumlah anggota keluarga yang diikutsertakan dalam BPJS Kesehatan terutama bagi para pekerja mandiri atau bukan penerima upah yang membayar iurannya secara mandiri.

Jika kamu masih sendiri atau hanya membayar iuran BPJS Kesehatan secara personal, sebaiknya tidak turun kelas karena akan mengurangi manfaat yang didapatkan. Namun, sebaliknya jika kamu membayar iuran untuk satu keluarga, turun kelas bisa jadi opsi yang cukup bijak untuk menekan pengeluaran.

Opsi turun kelas setidaknya masih jadi opsi terakhir yang bisa dilakukan tanpa harus kehilangan manfaatnya.

  1. Mencari penghasilan tambahan

Pilihan ini memang cukup berat karena harus mengusahakan tambahan penghasilan. Caranya dengan memulai bisnis atau mencari proyek dari selain pekerjaan utama yang bisa dilakukan di sela-sela waktu kosong.

Ada banyak peluang bisnis yang bisa dilakukan untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Misalnya seperti berjualan di acara Car Free Day, mulai berjualan online atau menjadi reseller, hingga menawarkan jasa secara online sehingga punya waktu yang lebih fleksibel.

  1. Memangkas biaya liburan

Pilihan ini adalah pilihan yang rasional. Jika kamu punya agenda liburan selama dua kali dalam setahun, artinya bisa mengambil bujet dari dana liburan yang sudah disiapkan. Artinya memindahkan alokasi dana liburan setengahnya ke dana iuran BPJS Kesehatan.

  1. Tetap menyiapkan dana darurat

Meskipun sudah menyiapkan dan menyesuaikan tarif BPJS kesehatan yang baru, kamu tetap harus menyiapkan dana darurat. Dana darurat bukan hanya bermanfaat saat dibutuhkan untuk biaya pengobatan tetapi juga untuk kebutuhan lain seperti biaya perbaikan rumah, biaya pendidikan, hingga biaya untuk kejadian tak terduga lainnya.

Idealnya dana darurat dapat mencukupi kebutuhan standar hidup selama enam sampai dengan satu tahun ke depan. Artinya, dalam kondisi tidak ada penghasilan sama sekali, dana darurat inilah yang bisa dimanfaatkan atau digunakan.

Lain halnya jika belum tersedia dana darurat. Ada opsi yang bisa dilakukan dan tetap aman karena berada dalam pengawasan OJK seperti mengajukan dana cepat lewat Fintech tepercaya seperti Kridivo.

Kredivo sudah terdaftar secara resmi di OJK dengan nama PT FinAccel Digital Indonesia dengan nomor registrasi S-236 / NB.213 / 2018. Jadi, pastikan kembali bahwa fintech yang dipilih sudah terdaftar dan diawasi secara ketat oleh OJK.

Kredivo memiliki dua pinjaman yang bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan yaitu pinjaman mini dan pinjaman jumbo. Perbedaan keduanya hanya terletak pada plafon yang diberikan. Untuk pinjaman mini plafon pinjaman minimal Rp500 ribu dan maksimal Rp1 juta. Sementara pinjaman jumbo minimal Rp1 juta dan maksimal sesuai dengan kredit limit yang didapatkan.

Bunga pinjaman Kredivo sebesar 2.95 persen dengan pilihan tenor mulai dari 30 hari, 3 dan 6 bulan. Malah untuk belanja dengan pembayaran kredit digital seperti Kredivo, tenor bisa lebih panjang hingga 12 bulan.

Kredivo dapat juga digunakan layaknya seperti kartu kredit digital untuk berbelanja di beberapa marketplace terkemuka seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Blibli, dan sebagainya. Kredit limit yang diberikan bisa mencapai Rp30 juta per nasabah.

Nah, jika tertarik dengan kemudahan yang diberikan Kredivo, unduh aplikasinya lewat Google Play Store dan App Store, kemudian daftarkan diri kamu secara mudah, bisa online kapan saja.

News Feed