Rupiah Ditutup Menguat ke Rp18.022 per Dolar AS Akhir Juli 2026
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berhasil ditutup menguat 89 poin atau sekitar 0,49 persen ke posisi Rp18.022 per dolar AS pada perdagangan Jumat (31/7/2026) sore. Sentimen positif pelonggaran harga minyak mentah global menjadi pendorong utama apresiasi mata uang Garuda setelah sempat tertekan di awal sesi.
Pada pembukaan perdagangan Jumat (31/7/2026) pagi, mata uang Indonesia sebenarnya sempat melemah ke level Rp18.070,6 per dolar AS atau terdepresiasi 0,21 persen. Angka tersebut melanjutkan tren pelemahan di hari sebelumnya saat rupiah berada di kisaran Rp18.075 per dolar AS.
Kendati demikian, aksi korporasi dan pasokan valuta asing di pasar domestik mendorong rupiah rebound hingga menyentuh Rp17.990 per dolar AS pada sesi siang, sebelum akhirnya bertengger di posisi Rp18.022 per dolar AS saat penutupan perdagangan.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis Bank Indonesia menunjukkan penguatan dari posisi Rp18.087 menjadi Rp18.078 per dolar AS pada akhir Juli 2026 ini.
Penurunan harga minyak mentah internasional memberikan angin segar bagi negara pengimpor minyak seperti Indonesia. Ketegangan geopolitik terkait konflik AS-Israel terhadap Iran yang berlangsung sejak 28 Februari 2026 di kawasan Selat Hormuz sebelumnya sempat memicu ketidakpastian tinggi pada pasokan energi global.
Kinerja Rupiah dan Kebijakan Bank Indonesia
Indeks dolar AS (DXY) bergerak fluktuatif sepanjang pekan. DXY sempat mengalami penurunan 1,01 persen ke level 99,864 sebelum kembali menguat 0,31 persen menuju posisi 100,173 pada penutupan pekan terakhir Juli 2026.
Dinamika Pergerakan Kurs Tahunan
Dalam rentang 52 minggu terakhir, pergerakan nilai tukar rupiah mencatatkan rentang yang lumayan lebar, yakni bergerak di antara Rp16.085 hingga Rp18.197,5 per dolar AS.
Secara kumulatif, dolar AS mencatatkan penguatan 0,69 persen terhadap rupiah dalam satu minggu terakhir, menguat 1,03 persen dalam satu bulan, serta naik 7,62 persen dalam rentang waktu enam bulan.
Respon Kebijakan Moneter Bank Indonesia
Bank Indonesia terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar di tengah dinamika eksternal. Pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI periode Juli 2026, suku bunga acuan BI Rate diputuskan tetap bertahan di level 5,75 persen.
Informasi nilai tukar pasar keuangan dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Pantau perkembangan kurs resmi melalui saluran Bank Indonesia dan konsultasikan dengan penasihat keuangan sebelum melakukan transaksi valuta asing.
Rangkuman Performa Mata Uang
Berikut adalah catatan performa dan indikator ekonomi yang memengaruhi nilai tukar rupiah pada perdagangan menutup bulan Juli 2026:
| Indikator Ekonomi / Kurs | Nilai / Posisi |
|---|---|
| Penutupan Rupiah (31 Juli 2026) | Rp18.022 per dolar AS |
| Kurs JISDOR Bank Indonesia | Rp18.078 per dolar AS |
| BI Rate (RDG Juli 2026) | 5,75% |
| Rentang Rupiah 52 Minggu | Rp16.085 – Rp18.197,5 |
| Inflasi Pangan Domestik | Di atas 5% |
| Inflasi Inti Domestik | 3,5% |
Tekanan inflasi pangan nasional saat ini berada di atas level 5 persen, sementara inflasi umum terjaga di kisaran 2,5 persen ± 1 persen. Pelaku pasar akan terus mencermati sentimen geopolitik global dan arah kebijakan moneter AS memasuki pekan pertama Agustus 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow