Candaan Gianni Infantino Soal Timnas Italia Lolos Piala Dunia Menuai Kecaman
Komentar Presiden FIFA Gianni Infantino mengenai kegagalan Timnas Italia melaju ke Piala Dunia 2026 memicu gelombang kritik dari sejumlah politisi di negara tersebut. Pernyataan yang disampaikan dalam bentuk candaan itu dinilai merendahkan tim nasional dan tidak mencerminkan sikap hormat seorang pemimpin federasi dunia.
Gelombang protes muncul setelah Italia dipastikan absen dari putaran final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun. Gli Azzurri tersingkir setelah menelan kekalahan dari Bosnia dan Herzegovina pada laga final play-off akhir Maret lalu, yang kemudian memicu mundurnya pelatih Gennaro Gattuso, kepala delegasi Gianluigi Buffon, serta Presiden FIGC Gabriele Gravina.
Kritik tajam dari publik dipicu oleh pernyataan Infantino dalam sesi wawancara yang dilansir dari Bola. Saat itu, ia menyinggung wacana penambahan jumlah negara peserta turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
"Kami sudah mengevaluasi kemungkinan memperluas turnamen menjadi 64 tim agar lebih banyak negara di dunia bisa terlibat," kata Gianni Infantino, Presiden FIFA.
Infantino kemudian melanjutkan pembicaraan tersebut dengan memberikan komentar yang dinilai menyindir kegagalan skuad Italia.
"Masalah itu sudah diajukan kepada Dewan FIFA. Namun, untuk saat ini, mari kita nikmati edisi pertama dengan 48 tim. Mungkin Italia bisa lolos jika pesertanya 64 tim, atau kami bahkan bisa meningkatkannya menjadi 208 tim untuk memastikan mereka ikut," ujar Gianni Infantino, Presiden FIFA.
Ucapan tersebut langsung mendapat respons keras dari parlemen Italia. Anggota parlemen dari Movimento 5 Stelle, Gaetano Amato, mempertanyakan kelayakan candaan tersebut keluar dari mulut seorang pejabat tertinggi sepak bola.
"Apakah Gianni Infantino mengira dirinya lucu saat bercanda mengenai kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia?" kata Gaetano Amato, Anggota Parlemen Italia.
Amato mengingatkan bahwa Infantino memegang jabatan besar yang seharusnya menjunjung tinggi sportivitas dan keseimbangan rasa hormat kepada negara anggota.
"Kita harus ingat bahwa ia tidak sedang berbicara sebagai suporter di sebuah bar, melainkan sebagai Presiden FIFA. Jabatan yang juga ia peroleh berkat dukungan federasi Italia dan seharusnya menuntut keseimbangan serta rasa hormat," tutur Gaetano Amato, Anggota Parlemen Italia.
Lebih lanjut, situasi sepak bola Italia saat ini sedang berada dalam masa transisi pasca-kegagalan besar di kualifikasi.
"Tidak ada yang lebih malu daripada kami melihat kemunduran tim nasional dan bencana yang sedang dialami sepak bola Italia saat ini. Kami tidak memerlukan lelucon murahan darinya untuk menyadari hal tersebut," ucap Gaetano Amato, Anggota Parlemen Italia.
Hingga kini, federasi sepak bola Italia belum menentukan sosok pengganti untuk mengisi posisi manajemen timnas yang kosong.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow