Divaldo Alves Jajaki Peluang Melatih Klub Afrika dan Eropa
Mantan pelatih Persijap Jepara Divaldo Alves membuka peluang untuk melanjutkan karier kepelatihannya di luar Indonesia setelah menjalin komunikasi intensif dengan sejumlah klub dari benua Afrika hingga Eropa. Keputusan tersebut diambil seiring statusnya yang kini tanpa klub setelah resmi berpisah dengan Persijap Jepara pada akhir musim 2025/2026, seperti dilansir dari Bola pada Senin (22/6/2026). Arsitek tim yang lahir pada tanggal 12 Agustus 1978 tersebut membeberkan bahwa diskusi intensif sedang berjalan dengan beberapa tim dari luar negeri.
Minat terhadap jasa kepelatihannya muncul dari beberapa wilayah seperti Afrika Selatan, Angola, Afrika Utara, hingga benua Eropa. "Memang saya diskusi dengan beberapa tim, tapi saya tidak mau terlalu fokus pada nama klubnya. Yang pasti ada tim dari Afrika Selatan, Angola, Afrika Utara dan Eropa.
Ya kita lihat saja," ujar Divaldo.
Juru taktik yang telah mengantongi lisensi Pro UEFA ini menyatakan bahwa dirinya saat ini sedang menimbang seluruh proposal penawaran yang masuk melalui sang agen. Proses negosiasi yang berlangsung secara terbuka tersebut memberikan waktu bagi dirinya untuk melakukan pertimbangan secara matang.
"Saya dikasih waktu untuk berpikir, terus agen juga yang kerja, agen yang atur semua. Saya tunggu saja, ya senang pastinya," kata Divaldo. Divaldo menilai momentum menjelang bergulirnya musim baru ini menjadi periode yang sangat krusial bagi masa depannya. Waktu yang tersisa sebelum pergantian bulan akan dimanfaatkan secara maksimal untuk menetapkan pelabuhan baru dalam karier profesionalnya.
"Terus ada beberapa hari juga ini mau habis bulan Juni. Nanti bulan Juli mulai lagi musim baru. Kita lihat bagaimana dan ke mana saya pergi," imbuh Divaldo.
Pelatih berkebangsaan Portugal yang lahir di Luanda, Angola ini menetapkan standar yang tinggi untuk calon tim barunya. Divaldo menegaskan tekadnya untuk hanya menerima pinangan dari klub yang memiliki perencanaan jangka panjang yang jelas serta target yang tinggi.
"Yang paling penting project yang bisa buka masa depan dengan klub yang punya ambisi juara, klub yang punya ambisi di top. Itu saja yang saya cari dan itu yang saya mau," ucap Divaldo. Rekam jejak Divaldo di kancah sepak bola nasional tercatat sangat panjang sejak awal mula kedatangannya dengan menukangi PSMS Medan pada periode 2008-2009.
Setelah itu, ia berturut-turut melatih Persijap Jepara pada 2010, Minangkabau FC pada 2010-2011, hingga Persebaya 1927 pada 2011-2012. Pengalaman internasional juga pernah dirasakannya saat meninggalkan Indonesia untuk menakhodai beberapa klub luar negeri. Divaldo tercatat pernah memimpin Perak FA dan Negeri Sembilan FC di Malaysia, Muscat Club di Oman, serta Sofapaka FC di Kenya.
Setelah melanglang buana ke luar negeri, Divaldo memutuskan kembali ke Liga Indonesia dengan melatih sejumlah tim lokal. Ia tercatat pernah mengarsiteki Persik Kediri pada periode 2022-2023 dan 2025, Persita Tangerang pada 2023-2024, PSBS Biak pada 2025, hingga akhirnya berlabuh di Persijap Jepara pada musim 2025-2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow