Menu
Close
society

Informasi Berita Terkini

Goal Aksis dan Akademi Persib Bandung Raih Juara di Kudus

Smallest Font
Largest Font

Dua tim sepak bola asal Jawa Barat, Goal Aksis dan Akademi Persib Bandung, sukses meraih gelar juara dalam kompetisi HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada Minggu (12/7/2026).

Dilansir dari Bola, turnamen tingkat nasional edisi perdana untuk kategori umur U-15 dan U-18 ini diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama HYDROPLUS. Goal Aksis mengamankan trofi kategori U-15 setelah menang adu penalti 4-3 melawan Cipta Cendikia Football Academy Bogor menyusul hasil imbang tanpa gol di waktu normal.

Kiper Goal Aksis, Elbian Defika Aryasatya, menjadi pahlawan dengan menepis sepakan algojo lawan, sementara empat penendang Goal Aksis yakni Dian Aprilia Pary, Alika Nailah Arkana Oskar, Bilqis Fatimah Az Zahra, dan Amanda Fitriani sukses mengeksekusi penalti.

Keberhasilan tim U-15 ini dinilai sebagai buah dari konsistensi latihan intensif yang telah mereka lewati sebelumnya.

"Inilah hasil latihan kami pagi dan sore, setiap hari. Kami buktikan hasilnya di panggung nasional ini," ujar Bilqis Fatimah Az Zahra, pemain Goal Aksis.

Pemain bernomor punggung 10 tersebut juga mengapresiasi format kompetisi berbentuk liga mingguan yang dinilai efektif menambah jam terbang serta memberikan ruang evaluasi berkala bagi tim.

"Adanya HYDROPLUS Soccer League membantu kami untuk memiliki kesempatan lebih sering bertanding. Dengan sistem kompetisi berbentuk liga, kami bertanding sekali seminggu, sehingga otomatis jam terbang kami bertambah. Jika minggu ini permainan kami dinilai kurang maksimal kami masih bisa mengevaluasi dan memperbaiki di pekan berikutnya," kata Bilqis.

Pelatih Kepala Goal Aksis, Budi Sufarlan, menekankan pentingnya kedisiplinan menyerupai atlet profesional agar para pemain muda mampu menjaga motivasi serta kualitas sentuhan bola mereka.

"Saya ingin meyakinkan kepada pemain kami bahwa usaha keras yang livatkan dengan doa serta kerja keras pasti akan mendatangkan hasil yang diinginkan. Maknanya, lebih baik bekerja keras dari sekarang dan bersungguh-sungguh agar apa yang kalian impikan dapat tercapai," ujar Budi Sufarlan.

Budi menambahkan bahwa libur kompetisi tetap diisi dengan aktivitas produktif demi menembus batas kemampuan tim pada fase-fase selanjutnya.

"Layaknya atlet profesional mereka mengisi masa libur dengan tetap aktif. Dan untuk fase berikutnya, kami tidak akan cepat puas atau statis di posisi ini. Kami ingin melampaui limit demi limit hari demi hari dengan peningkatan yang signifikan," lanjut Budi Sufarlan.

Menurutnya, kejuaraan ini memberikan panggung kompetitif yang tinggi bagi bakat-bakat pesakbola putri yang selama ini kurang mendapat perhatian publik.

"Turnamen ini mendongkrak motivasi bagi atlet muda untuk rajin berlatih demi menyambut musim kompetisi. Ajang ini juga menjadi wadah penting karena mengakomodir banyak bakat yang di luar sana jarang terkena sorotan. Bagi para pemain putri di luar sana, mari keluar dari zona nyaman kalian.

Sekarang wadah kompetisinya sudah tersedia melalui HYDROPLUS Soccer League. Segera cari tim yang siap menampung bakat hebat kalian," kata Budi Sufarlan.

Pada kategori U-18, Akademi Persib Bandung menyabet podium tertinggi setelah menumbangkan Putri Garut dengan skor mencolok 5-0 menggunakan formasi agresif 4-3-3.

Sucy Kanya Sholehah mencetak hattrick pada menit ke-11, 32', dan 34' memanfaatkan umpan direct Mega Aprilia, disusul gol Nasywa Salsabila Fatah pada menit ke-37 dan ke-55.

Kapten Tim Akademi Persib Bandung, Gadhiza Asnanza, mengutarakan kebanggaannya atas daya juang tim yang sempat menelan kekalahan dari Arema di fase awal penyisihan.

"Pastinya saya bangga dengan tim, karena mereka tidak menyerah di awal. Juara itu dilihat dari siapa yang mau berlari. Jadi kami walaupun di awal sempat kalah dari Arema, akhirnya bisa membuktikan untuk menjadi sang juara. Gelar ini saya persembahkan untuk orang tua saya dan tim U-18 ini," ujar Gadhiza Asnanza.

Kiper utama tersebut juga menyatakan laga ini menjadi momen perpisahan emosionalnya sebelum melewati batas regulasi umur tahun depan.

"Ini juga akan menjadi last dance saya di kategori U-18 karena tahun depan usia saya sudah bertambah. Jadi ini juga saya dedikasikan untuk junior saya Akademi Persib Bandung agar mereka melanjutkan perjuangan ke depannya," ungkap Gadhiza Asnanza.

Pelatih Kepala Akademi Persib Bandung, Dian Nadia Mutiara, melihat kejuaraan regional dan nasional ini membawa dampak positif yang besar bagi peningkatan kemampuan taktis pelatih dan keterampilan merata para pemain wanita.

"Untuk kompetisi ini, baik di regional maupun nasional, yang kami jalani sampai sekarang itu memberikan kontribusi yang sangat positif sekali untuk kemajuan dan kemampuan pemain dalam meningkatkan skill mereka. Sebab, kami memiliki wadah kompetisi yang rutin dan itu sangat berpengaruh baik bagi pelatih maupun pemain," ujar Dian Nadia Mutiara.

Dian menilai kompetisi rutin ini berhasil memacu atmosfer latihan yang sehat di mana semua pemain memiliki kualitas performa yang seimbang.

"Bagi pelatih, kami dituntut untuk terus berpikir, beradaptasi dengan taktik tim lawan, serta mengevaluasi kekurangan tim di latihan. Sedangkan dari sisi pemain, mereka termotivasi untuk giat berlatih karena ingin mendapatkan menit bermain di kompetisi, terutama untuk seri nasional ini," kata Dian Nadia Mutiara.

Keseimbangan performa antarpemain yang merata tersebut dinilai sebagai buah manis dari berjalannya liga-liga regional di daerah asal masing-masing tim.

"Hari ini kita bisa melihat kemampuan mereka yang sangat bagus dan merata, tidak ada ketimpangan kualitas yang mencolok. Dan saya rasa itu semua berkat adanya liga regional yang bergulir di daerah masing-masing," lanjut Dian Nadia Mutiara.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed