Menu
Close
society

Informasi Berita Terkini

Harga Emas Dunia Turun Menjadi US$3985 Per Ons Akibat Ketegangan Selat Hormuz

Smallest Font
Largest Font

Harga emas dunia di pasar spot ditutup melemah ke level US$ 3.985,1 per troy ons pada perdagangan Jumat malam (17/7/2026). Penurunan ini dipicu oleh memanasnya kembali konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Iran yang membatalkan rencana gencatan senjata.

Koreksi tajam sebesar 1,85 persen dari hari sebelumnya ini membawa harga logam mulia ke titik terendah dalam delapan bulan terakhir. Meskipun sempat mencatatkan penurunan mingguan yang signifikan, posisi harga saat ini masih berada dalam koridor pergerakan jangka panjang yang kompetitif.

Berdasarkan data Refinitiv dan Trading Economics, fluktuasi harga emas spot harian sebenarnya sempat bergerak naik ke kisaran US$ 4.016,69 hingga US$ 4.016,95 per troy ons. Angka tersebut mencerminkan lonjakan harian sekitar 1,03 persen hingga 1,18 persen sebelum akhirnya berbalik melemah pada penutupan pekan.

Harga Emas Dunia Melemah ke Level US.083 per Troy Ons Imbas Sentimen The Fed | NEU | Tribun Palu Official

Dampak Konflik Geopolitik dan Perbandingan Instrumen Global

Meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz menjadi faktor utama yang menahan laju penguatan emas secara berkelanjutan. Selain berdampak pada komoditas pelindung nilai, situasi ini juga memengaruhi sektor energi dunia secara langsung di pasar internasional.

Minyak mentah jenis brent tercatat masih bertahan kokoh di atas level US$ 80 per barel akibat tensi politik tersebut. Ketidakpastian akses logistik di wilayah selat strategis membuat para pelaku pasar bersikap lebih waspada dalam menempatkan dana investasi mereka.

Penutupan Selat Hormuz oleh Militer Iran

Pihak militer Iran menegaskan posisi mereka terkait pembatasan akses di jalur perdagangan laut internasional tersebut. Langkah ini diambil merespons dinamika kebijakan luar negeri yang diterapkan oleh pihak pemerintahan Amerika Serikat belakangan ini.

"Selama AS tidak menerima sistem hukum Iran, maka Selat Hormuz akan tetap ditutup."

Pernyataan resmi dari Juru Bicara Angkatan Darat Iran tersebut disiarkan langsung melalui kantor berita semi-resmi Iranian Students News Agency. Ketegangan baru pasca-rencana gencatan senjata yang gagal ini langsung direspons oleh pasar komoditas global.

Secara mingguan, komoditas emas mencatatkan kinerja kurang memuaskan dengan penurunan point-to-point yang cukup masif. Penurunan mingguan ini berkisar antara 2,51 persen hingga lebih dari 4 persen akibat aksi ambil untung investor.

Berikut adalah rincian data pergerakan instrumen komoditas emas dunia dan minyak mentah pada penutupan pekan perdagangan Juli 2026:

Tabel Pergerakan Komoditas Global per Jumat, 17 Juli 2026
Jenis KomoditasLevel PenutupanPerubahan HarianPerforma Mingguan
Emas Spot (Terendah)US$ 3.985,1 / troy ons-1,85%Turun 2,51% - 4%
Emas Spot (Refinitiv)US$ 4.016,69 - US$ 4.016,95+1,03% - 1,18%Turun 2,51% - 4%
Minyak Brent> US$ 80 / barelStabil

Prospek dan Prediksi Harga Emas Jangka Panjang

Meskipun sedang mengalami tekanan jangka pendek akibat faktor geopolitik, sejumlah lembaga keuangan internasional terkemuka tetap optimis. Beberapa analis memproyeksikan target harga baru yang jauh lebih tinggi untuk akhir tahun hingga periode mendatang.

Goldman Sachs Group Inc memperkirakan bahwa harga emas berpotensi menembus di atas US$ 3.700 per ons pada akhir tahun lalu. Lembaga finansial tersebut juga memprediksi harga dapat menuju ke level US$ 4.000 per ons pada pertengahan tahun 2026 ini.

Di sisi lain, proyeksi optimis juga datang dari perbankan Eropa yang melihat adanya ruang pertumbuhan komoditas logam mulia. Rata-rata pertumbuhan harga diperkirakan akan terus mengalami penyesuaian seiring tingginya permintaan terhadap aset aman.

Prediksi Pertumbuhan oleh Deutsche Bank

Deutsche Bank merilis revisi terhadap estimasi harga rata-rata komoditas emas untuk periode berjalan saat ini. Lembaga tersebut menaikkan target pertumbuhan jangka panjang mereka secara signifikan dibandingkan dengan analisis yang dikeluarkan sebelumnya.

Rata-rata pertumbuhan harga emas diprediksi berada di angka US$ 3.700 per ons oleh Deutsche Bank. Proyeksi terbaru ini mengalami kenaikan yang cukup besar dari perkiraan awal mereka yang sebelumnya dipatok sebesar US$ 2.900 per ons.

Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.

Dinamika pasar komoditas global saat ini masih terus dipantau oleh para pelaku industri di dalam negeri. Perubahan kebijakan moneter global dan kepastian situasi keamanan di Timur Tengah akan menjadi penentu arah pergerakan harga emas selanjutnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed