Menu
Close
society

Informasi Berita Terkini

Jurgen Klopp Resmi Tukangi Timnas Jerman dengan Gaji Lebih Rendah

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Jurgen Klopp resmi mengakhiri spekulasi masa depannya usai ditunjuk sebagai pelatih baru Timnas Jerman. Penunjukan ini dilakukan setelah Julian Nagelsmann mundur akibat kegagalan Jerman di babak 32 besar Piala Dunia 2026 usai kalah adu penalti dari Paraguay, dilansir dari Bola. Momen ini menjadi pengalaman perdana bagi pelatih berumur 59 tahun tersebut dalam menangani tim nasional.

Sebelumnya, ia menyudahi sembilan tahun masa baktinya bersama Liverpool pada 2024 setelah mempersembahkan trofi Premier League 2020 dan Liga Champions 2019. Sempat rehat dari dunia kepelatihan, mantan juru taktik The Reds itu sempat mengisi posisi Head of Global Soccer Red Bull pada awal 2025. Kini, ia kembali bertugas di pinggir lapangan untuk memimpin skuad negara kelahirannya.

Laporan Give Me Sport menyebutkan bahwa juru taktik kawakan ini mengikat kesepakatan berdurasi empat tahun hingga Piala Dunia 2030. Nilai kontrak tersebut diperkirakan mencapai 7 juta euro atau sekitar Rp142,7 miliar per tahun.

Meski angka itu tetap menempatkannya di jajaran pelatih tim nasional termahal dunia, nominal tersebut mengalami penurunan drastis dibanding pendapatannya di level klub. Saat menukangi Liverpool, ia mengantongi gaji hingga 15 juta paun atau sekitar Rp305,8 miliar per tahun. Bahkan, pendapatan tahunannya di Red Bull yang berkisar 10 juta hingga 12 juta euro (Rp203,8-Rp244,6 miliar) masih lebih tinggi dari bayarannya di timnas. Padahal, peran tersebut tidak menuntut keterlibatan langsung di lapangan pertandingan.

Perbedaan Ekonomi Klub dan Tim Nasional

Penyesuaian nilai kontrak ini murni dipengaruhi oleh perbedaan struktur finansial antara klub dan federasi sepak bola. Pelatih yang telah mengoleksi 13 trofi mayor pun tetap mengalami pemotongan pendapatan saat beralih ke ranah internasional.

Klub sepak bola seperti Liverpool memiliki arus pendapatan yang jauh lebih besar dari tiket pertandingan, hak siar, hingga sponsor komersial. Kondisi finansial yang kuat tersebut memungkinkan klub memberikan kompensasi bernilai fantastis kepada staf pelatih.

Selain faktor finansial, perbedaan intensitas kerja turut memengaruhi besaran bayaran yang diterima. Pelatih klub mendampingi tim sepanjang musim dalam berbagai kompetisi, sedangkan juru taktik tim nasional hanya berkumpul dengan pemain dalam beberapa agenda pemusatan latihan dan kualifikasi.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed