Liverpool Dilirik Konsorsium Amit Bhatia Nilai Valuasi Tembus 6 Miliar Dolar
Konsorsium pimpinan pengusaha Inggris-India, Amit Bhatia, dilaporkan berminat membeli saham minoritas Liverpool, dilansir dari Bola. Negosiasi bersama Pemilik Liverpool, Fenway Sports Group (FSG), masih terus berjalan hingga kini.
Proses diskusi belum menemui kesepakatan final. Jika transaksi berhasil disepakati, nilai valuasi Liverpool diproyeksikan menembus angka lebih dari 6 miliar dolar AS.
Skema transaksi diperkirakan bakal menyerupai langkah FSG pada 2023. Kala itu, FSG menjual porsi saham minoritas Liverpool kepada perusahaan investasi olahraga global bernama Dynasty.
FSG pertama kali mengambil alih Liverpool pada 2010 dengan nilai 300 juta paun. Langkah akuisisi tersebut dilakukan saat klub berada dalam ancaman krisis administrasi.
Manajemen asal Amerika Serikat tersebut mengumumkan keterbukaan terhadap masuknya investor baru sejak 2022. Opsi yang ditawarkan mencakup penjualan saham minoritas maupun pelepasan kepemilikan secara penuh.
Rencana penjualan penuh klub tidak pernah terealisasi. FSG akhirnya memilih melepas sebagian saham minoritas kepada Dynasty senilai 82 juta hingga 164 juta paun pada 2023.
Suntikan modal tersebut dimanfaatkan untuk menutup utang bank akibat proyek infrastruktur. Proyek itu mencakup renovasi Main Stand, Anfield Road End, serta pembangunan pusat latihan di Kirkby.
Presiden FSG, Mike Gordon, sempat memberikan ketegasan terkait komitmen jangka panjang grupnya saat pengumuman kerja sama dengan Dynasty.
"Komitmen jangka panjang kami terhadap Liverpool tetap sekuat sebelumnya. Kami ingin semakin memperkuat posisi keuangan klub dan mempertahankan ambisi untuk terus meraih kesuksesan, baik di dalam maupun di luar lapangan," ujar Gordon.
Latar Belakang Amit Bhatia dan Strategi Multi-Klub FSG
Amit Bhatia merupakan mantan bankir investasi Morgan Stanley berumur 46 tahun yang kini mengelola bisnis properti, konstruksi, dan private equity. Ia juga dikenal sebagai menantu miliarder baja India, Lakshmi Mittal.
Bhatia mengundurkan diri dari jabatan direktur sekaligus melepas kepemilikan saham di Queens Park Rangers (QPR) pada Selasa (21-7-2026). Keputusan tersebut mengakhiri kebersamaannya selama 18 musim bersama klub London Barat itu.
Perusahaan konstruksi milik Bhatia telah berkembang menjadi penyedia bahan bangunan independen terbesar di Inggris dengan 5.000 karyawan. Unit bisnis propertinya juga aktif membangun kawasan hunian, perumahan mahasiswa, dan perkantoran.
Di sisi lain, FSG sempat berencana membangun strategi kepemilikan multi-klub dengan menjajaki akuisisi tim kedua di Eropa. Beberapa klub Spanyol dan Prancis seperti Malaga, Getafe, serta Bordeaux sempat masuk dalam daftar bidikan.
Seluruh rencana pembentukan jaringan multi-klub tersebut berakhir tanpa realisasi transaksi. Penghentian proyek ini turut memicu keputusannya Michael Edwards untuk hengkang dari jajaran manajemen klub.
Sementara itu, pemilik utama Liverpool, John W. Henry, kini lebih banyak beroperasi di belakang layar. Penampilan publiknya berkurang usai menyampaikan permohonan maaf atas keterlibatan klub dalam wacana European Super League pada 2021 lalu.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow