Menu
Close
society

Informasi Berita Terkini

Kudus All Stars Pertahankan Juara MilkLife Soccer Challenge 2026

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Tim All Stars Kudus sukses mengamankan trofi juara kompetisi sepak bola putri MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026. Prestasi tersebut diraih setelah mereka menumbangkan perlawanan sengit dari tim Jakarta.

Seperti yang dikutip dari Bola, pertandingan final yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada Minggu (28/6/2026) ini harus diselesaikan melalui drama adu penalti setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol.

Sepanjang 2x20 menit waktu normal, tim All Stars Kudus dan Jakarta terlibat aksi saling serang. Kendati demikian, tidak ada satu pun peluang dari kedua belah pihak yang berhasil dikonversi menjadi gol.

Kekuatan tim All Stars Jakarta sempat pincang menyusul cedera yang menimpa kapten sekaligus bek andalan mereka, Andien Haifa Syakira. Isak tangis mewarnai momen saat Andien harus ditandu ke luar lapangan pertandingan.

Walau kehilangan pilar penting, lini pertahanan Jakarta tetap tampil solid dalam menghalau gempuran dari Giada Soebianto beserta kolega. Papan skor tetap menunjukkan angka kacamata hingga peluit panjang berbunyi.

Memasuki babak tos-tosan, empat algojo penalti dari tim Kudus sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna. Di sisi lain, hanya ada tiga eksekutor dari perwakilan Jakarta yang berhasil menjebol gawang lawan.

Keunggulan skor 4-3 di babak adu penalti ini memastikan kemenangan bagi tim tuan rumah. Hasil tersebut sekaligus membawa tim All Stars Kudus menjadi juara MilkLife Soccer Challenge All Stars selama dua musim berturut-turut.

Pelatih Kepala All-Stars Kudus, Yayat Hidayat mengatakan keberhasilan timnya kembali meraih titel juara MilkLife Soccer All-Stars 2026 didasari oleh semangat juang anak asuhnya.

Menurut penuturan Yayat Hidayat, persiapan matang lewat pemusatan latihan menjelang turnamen telah membangun kedekatan emosional antar-pemain yang berujung pada performa positif di lapangan.

Yayat menilai MilkLife Soccer Challenge tahun ini menjadi angin segar bagi pertumbuhan sepak bola putri Indonesia, karena terbukti memberikan kematangan mental bermain hampir seluruh peserta yang terlibat.

“Selama ini Indonesia kesulitan mencari bibit pemain sepak bola perempuan, dengan adanya MilkLife Soccer Challenge ini sangat membantu mendapatkan pemain terbaik. Hal itu tentu sangat positif dan harapan saya MLSC ini tetap berlanjut di tahun-tahun ke depan,” ujarnya.

Selain partai puncak yang mempertemukan Kudus dan Jakarta, tim All Stars Surabaya berhasil mengamankan peringkat ketiga. Kepastian ini didapat setelah mereka menundukkan Yogyakarta dengan skor tipis 1-0.

Ajang ini juga memberikan apresiasi bagi para pemain yang tampil gemilang sepanjang kompetisi. Penjaga gawang All Stars Surabaya, Syafira Azzahra, dinobatkan sebagai kiper terbaik atau best goalkeeper.

Gelar pemain terbaik atau best player berhasil disabet oleh penggawa andalan All Stars Kudus, Sabrina Dwi Ristiyana. Sementara itu, penghargaan top scorer memunculkan catatan unik pada musim ini.

Predikat pencetak gol terbanyak diberikan kepada enam pemain sekaligus karena mengoleksi jumlah gol yang sama, yakni masing-masing membukukan empat gol.

Para peraih gelar top scorer tersebut adalah Giada Soebianto dan Rara Zenita Fatin dari Kudus, Garneta Falentina Imelda asal Malang, Ika Wonda dari Solo, Nadia Shakila Azzahra dari Yogyakarta, serta Yumna Naziya Fina asal Semarang.

Rencana Ekspansi Kota Kompetisi

Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono mengatakan sengitnya pertandingan dari fase grup hingga babak puncak MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026 menandakan perkembangan kemampuan pesepakbola putri usia dini yang kian merata.

Menurut pandangan Teddy Tjahjono, ketatnya persaingan ini merupakan buah dari komitmen dalam membangun ekosistem sepak bola putri nasional yang dilakukan secara berjenjang sekaligus berkesinambungan.

Sebagai langkah untuk menjaring lebih banyak bakat muda di masa mendatang, pihak panitia berencana memperluas jangkauan kompetisi dengan menambah kota penyelenggaraan pada musim depan.

Adapun kota-kota baru yang akan dituju dalam agenda ekspansi tersebut meliputi Jayapura, Garut, serta pembagian wilayah kompetisi untuk Jakarta menjadi dua regional, yaitu Jakarta Timur dan Jakarta Utara.

“Musim ini kami melihat perkembangan yang sangat positif yang terlihat dari pertandingan berlangsung lebih kompetitif mulai fase grup hingga final, kualitas permainan, semangat dan mental mereka meningkat, kemampuan antar peserta pun kian berimbang," ujar Teddy.

"Bersamaan dengan itu, dukungan dari orangtua, sekolah, dan stakeholder terkait juga semakin besar. Banyak pemain yang kini rutin berlatih di SSB karena ingin lebih menekuni sepak bola. Perkembangan ini memberikan keyakinan kepada kami untuk memperluas jangkauan pembinaan dengan menambah tiga kota penyelenggara mulai musim depan,” lanjutnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed