Menu
Close
society

Informasi Berita Terkini

Kurs Dollar AS Hari Ini Menetap di Level Rp17900-an per Dollar

Smallest Font
Largest Font

Nilai tukar rupiah terbaru terhadap dollar Amerika Serikat (AS) terpantau bertahan di level Rp17.900-an pada hari ini, Minggu (5/7/2026). Pergerakan ini melanjutkan tren fluktuasi pasar keuangan domestik dari penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Berdasarkan data pasar spot pada Sabtu (4/7/2026) pukul 10.48 WIB, mata uang garuda berada di angka Rp17.963 per dollar AS. Pergerakan kurs dollar hari ini di sejumlah bank raksasa seperti BCA, Bank Mandiri, BRI, dan BNI ikut menyesuaikan dengan kondisi penutupan pasar tersebut.

Kondisi ini sedikit melemah dibandingkan posisi pada Jumat (3/7/2026) pukul 10.03 WIB, di mana mata uang rupiah sempat berada di angka Rp17.945 per dollar AS. Tren pasar secara umum menunjukkan adanya tekanan global yang membuat dollar AS perkasa.

Bagi nasabah yang ingin melakukan transaksi valuta asing, perbankan nasional menerapkan beberapa jenis kurs, seperti e-rate, bank notes, maupun TT counter. Berikut adalah data perbandingan harga dollar ke rupiah berdasarkan pergerakan pasar terakhir.

Tabel Kurs Dollar AS di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI Berdasarkan Data Pasar Terkini
Nama BankKurs Beli (Rp)Kurs Jual (Rp)
Bank Central Asia (BCA)17.94517.975
Bank Mandiri17.94017.965
Bank Rakyat Indonesia (BRI)17.93517.970
Bank Negara Indonesia (BNI)17.93017.968

Secara umum, terdapat perbedaan komparatif tipis antarbank dalam menentukan harga beli dan jual. Fluktuasi ini dipengaruhi oleh ketersediaan likuiditas valas masing-masing institusi perbankan pada akhir pekan.

Sentimen Pasar Pengaruhi Nilai Tukar Rupiah Terbaru

Pergerakan nilai tukar rupiah di pasar keuangan saat ini dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Pada pembukaan perdagangan Jumat (3/7/2026), rupiah sebenarnya sempat dibuka menguat 0,23 persen atau naik 42 poin ke level Rp17.953 per dollar AS.

Penguatan di awal perdagangan kala itu terjadi bersamaan dengan melemahnya indeks dollar AS (DXY) sebesar 0,02 persen ke posisi 100,83. Namun, tekanan kembali muncul pada penutupan pasar Kamis (2/1/2026), di mana rupiah ditutup melemah 43 poin ke posisi Rp17.995 per dollar AS.

“Rupiah akan bergerak fluktuatif dan berpotensi ditutup melemah pada akhir sesi di rentang Rp17.990 hingga Rp18.050 per dollar AS,” kata Ibrahim Assuaibi selaku pengamat mata uang dan komoditas mengenai proyeksi pergerakan pasar.

Meskipun kurs mata uang bergerak dinamis, pasar modal Indonesia justru menunjukkan performa positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau naik 2,28 persen ke level 5.875,78 pada Sabtu (4/7/2026), setelah hari sebelumnya juga naik 2,44 persen ke level 5.884,63.

Faktor Tekanan Terhadap Mata Uang Garuda

Banyak pelaku usaha yang bertanya-tanya “kenapa nilai tukar rupiah melemah hari ini?” secara umum terhadap mata uang dollar AS. Berdasarkan laporan dari Kompas, faktor eksternal terkait kebijakan suku bunga global masih memegang peranan penting.

Tren penguatan mata uang dollar AS terhadap mata uang rupiah secara umum membuat masyarakat harus lebih cermat. Pelaku bisnis disarankan memantau secara berkala e-rate untuk transaksi digital karena biasanya memberikan rate terbaik.

Adu Laba 2025: BCA, BRI, Mandiri, dan BNI, Siapa Paling Cuan? | Bisniscom

Fluktuasi yang terjadi di awal bulan Juli ini diperkirakan masih akan berlanjut hingga pembukaan pasar spot awal pekan depan. Bank Indonesia sendiri terus memantau stabilitas nilai tukar guna mengantisipasi gejolak ekonomi global yang berlebih.

Harga komoditas dan nilai tukar mata uang dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari perbankan atau pemerintah sebelum melakukan transaksi valas.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed