Menu
Close
society

Informasi Berita Terkini

Kurs Rupiah Melemah Turun 59 Poin Menjadi Rp18073 per Dolar AS

Smallest Font
Largest Font

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka merosot sebesar 59 poin atau 0,33 persen ke level Rp18.073 per dolar AS pada perdagangan Jumat, 10 Juli 2026. Data pasar spot exchange Bloomberg menunjukkan tekanan terhadap mata uang garuda terus berlanjut sejak pembukaan pasar pukul 09.05 WIB.

Pelemahan ini memperpanjang tren negatif rupiah yang sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir. Tekanan ekonomi global membuat mata uang paman sam kian perkasa dan memicu kekhawatiran mengenai "kenapa nilai tukar rupiah turun terhadap dolar" di kalangan pelaku usaha.

Rupiah Bergerak ke Level Rp18.015 per Dolar AS | METRO TV

Sebelum menyentuh level Rp18.073, pergerakan rupiah mencatatkan fluktuasi yang cukup tajam sepanjang pekan ini. Pada perdagangan Kamis, 9 Juli 2026, rupiah sudah menunjukkan tanda-taban tekanan besar di pasar spot setelah dibuka turun ke posisi tersebut.

Jika ditarik lebih ke belakang, kondisi pergerakan mata uang ini relatif bervariasi namun cenderung melemah. Pada perdagangan Selasa, 7 Juli 2026, nilai tukar rupiah terpantau bergerak di kisaran Rp17.980 hingga Rp17.995 per dolar AS.

Mata uang rupiah sempat dibuka di sekitar level Rp17.995 per dolar AS pada Selasa pagi. Namun, performa rupiah sempat menguat tipis sekitar 15 poin ke level Rp17.980 pada penutupan perdagangan sore hari.

Tekanan Mulai Terasa di Tengah Pekan

Memasuki hari Rabu, 8 Juli 2026, volatilitas kembali menekan mata uang domestik sejak pagi hari. Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah dibuka melemah sebesar 7 poin atau 0,04 persen ke level Rp17.987 per dolar AS pada pukul 09.05 WIB.

Di sisi lain, laporan dari Antara mencatatkan pelemahan tipis sebesar 4 poin atau 0,02 persen menjadi Rp17.984 per dolar AS. Angka ini dibandingkan dengan posisi penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.980 per dolar AS.

Perbandingan Kinerja Historis Satu Bulan Lalu

Kondisi kurs dolar hari ini jauh berbeda jika dibandingkan dengan situasi satu bulan lalu. Pada perdagangan Kamis, 11 Juni 2026, posisi dolar AS masih berada pada level Rp17.959 atau hanya naik sekitar 15,5 poin (0,09 persen) pada pukul 09.11 WIB.

Kinerja Dolar AS Terhadap Mata Uang Global

Penguatan harga dolar naik tidak hanya berdampak pada rupiah, melainkan juga memicu pergeseran peta mata uang dunia lainnya. Greenback bergerak bervariasi dengan kecenderungan menekan mata uang negara berkembang dan regional.

Berikut adalah rincian performa pergerakan dolar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia pada periode fluktuasi Juni lalu:

  • Minus 0,08 persen terhadap dolar Australia
  • Minus 0,14 persen terhadap euro
  • Turun 0,02 persen terhadap dolar Singapura
  • Naik 0,03 persen terhadap yuan China
  • Minus 0,04 persen terhadap yen Jepang
  • Melemah 0,19 persen terhadap baht Thailand
  • Menguat 0,03 persen terhadap ringgit Malaysia

Secara umum, pergerakan ini menggambarkan pergeseran modal global ke aset-aset yang dinilai lebih aman. Fluktuasi ini memicu diskusi luas di masyarakat mengenai perbandingan data kurs antar-bank.

Rangkuman Data Kurs Rupiah Awal Juli 2026

Untuk memberikan gambaran yang lebih terstruktur mengenai tren penurunan ini, berikut adalah tabel pergerakan nilai tukar rupiah pada pasar spot sepanjang bulan berjalan:

Tabel Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS (Juli 2026)
Hari dan TanggalWaktu PemantauanLevel Kurs (Rp)Perubahan Posisi
Selasa, 7 Juli 2026Sore (Penutupan)17.980Menguat 15 poin
Rabu, 8 Juli 202609.05 WIB17.987Melemah 7 poin
Kamis, 9 Juli 202609.05 WIB18.073Melemah 59 poin
Jumat, 10 Juli 202609.05 WIB18.073Bertahan di level rendah

Masyarakat yang ingin bertransaksi valas disarankan untuk memeriksa kanal informasi perbankan guna mengetahui "cara melihat kurs resmi bank indonesia" secara berkala. Hal ini penting untuk memitigasi risiko selisih kurs yang tinggi.

Kenaikan nilai tukar ini juga memicu analisis mendalam dari berbagai pihak mengenai "dampak dolar naik bagi masyarakat", terutama pada sektor impor bahan baku dan harga barang elektronik. Pemerintah dan Bank Indonesia diperkirakan terus memantau instrumen kebijakan untuk menstabilkan kondisi pasar.

Harga komoditas dan nilai tukar mata uang dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.

Hingga saat ini, pelaku pasar masih mencermati berbagai kebijakan suku bunga global dan rilis data ekonomi domestik teranyar. Perkembangan situasi ekonomi global diprediksi tetap menjadi faktor utama yang mempengaruhi nilai tukar mata uang ke depan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed