Menu
Close
society

Informasi Berita Terkini

Legenda AC Milan Franco Baresi Meninggal Dunia

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Dunia sepak bola berduka setelah legenda AC Milan dan Timnas Italia, Franco Baresi, meninggal dunia. Sosok yang diakui sebagai salah satu bek terbaik sepanjang sejarah tersebut meninggalkan warisan mendalam bagi publik Rossoneri dan pencinta sepak bola global, seperti dilansir dari Bola. Nama Franco Baresi sangat melekat dengan nilai loyalitas, ketangguhan, serta kepemimpinan di lapangan hijau.

Mengabdi selama dua dekade untuk AC Milan, ia sukses menjadi ikon kejayaan klub sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai pemain belakang paling berpengaruh di dunia. Sepanjang karier profesionalnya, Baresi tidak pernah berganti kostum dan hanya membela AC Milan. Catatan 531 penampilan serta 16 gol berhasil ia bukukan dalam kurun waktu 20 musim di semua ajang kompetisi.

Peran Baresi di lini pertahanan melampaui tugas seorang bek biasa berkat kemampuannya mengorganisasi benteng belakang secara sempurna. Kolaborasinya bersama Alessandro Costacurta, Paolo Maldini, dan Mauro Tassotti melahirkan barisan pertahanan solid yang menjadi kunci sukses Rossoneri sejak akhir 1980-an hingga pertengahan 1990-an.

Selama membela klub berjuluk Merah-Hitam tersebut, Baresi sukses mempersembahkan enam trofi Serie A dengan lima di antaranya ia raih saat menjabat sebagai kapten tim. Pencapaian paling fenomenal Baresi justru terukir di panggung kompetisi antarklub Eropa. Baresi berhasil memimpin AC Milan menembus lima partai final European Cup atau Liga Champions dalam kurun waktu tujuh tahun. Tiga dari lima laga puncak tersebut berhasil dituntaskan dengan raihan trofi juara, sementara dua sisanya berakhir sebagai runner-up.

Gelar Liga Champions perdana Baresi dengan ban kapten melingkar di tangannya diraih pada musim 1988/1989. Di bawah racikan taktik Arrigo Sacchi, AC Milan tampil dominan dengan menggilas Steaua Bucharest 4-0 pada laga final yang digelar di Camp Nou. Empat gol kemenangan Rossoneri pada laga tersebut dibagi rata oleh Marco van Basten dan Ruud Gullit. Milan bahkan sudah unggul empat gol sejak babak pertama dan mengakhiri laga lewat performa yang dicatat sejarah sebagai salah satu final terbaik Liga Champions.

Kedatangan musim berikutnya kembali menempatkan Rossoneri di puncak Eropa usai menundukkan Benfica 1-0 lewat gol tunggal Frank Rijkaard. Kepemimpinan Baresi di barisan belakang memastikan Milan mencatatkan clean sheet sekaligus mempertahankan gelar juara Eropa secara beruntun.

Momen paling ikonis dalam perjalanan karier Baresi tercipta saat final Liga Champions 1994 di Athena, ketika AC Milan membantai Barcelona empat gol tanpa balas. Meski tidak diunggulkan saat bersua Dream Team buatan Johan Cruyff, Milan tampil sangat dominan sepanjang laga.

Dua gol Daniele Massaro serta sumbangan gol dari Marcel Desailly dan Dejan Savicevic mengunci kemenangan telak Rossoneri. Kemenangan tersebut dikenang hingga kini sebagai salah satu performa paling dominan pada laga puncak kompetisi Eropa.

Warisan Baresi untuk sepak bola tidak sekadar diukur dari deretan trofi yang ia menangkan. Dedikasi membela satu klub selama 20 tahun, jiwa kepemimpinan, serta revolusi peran bek yang ia tampilkan menjadikannya panutan lintas generasi.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed