Menu
Close
society

Informasi Berita Terkini

Mandiri Jogja Marathon 2026 Dongkrak Konsumsi Yogyakarta Sebesar 7,4 Persen

Smallest Font
Largest Font

Ajang sport tourism Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 yang mengusung tema "More Than a Race" terbukti memberikan dampak positif bagi perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Selama pekan pelaksanaan, kegiatan ini memicu kenaikan aktivitas konsumsi masyarakat setempat. Dikutip dari Bola, riset Mandiri Institute mencatat total belanja masyarakat di Yogyakarta melonjak hingga 7,4 persen sepanjang periode 15 sampai 21 Juni 2026.

Angka pertumbuhan tersebut dihitung berdasarkan perbandingan dengan rata-rata periode sebelum acara dimulai. Pencapaian pada tahun ini melampaui hasil Mandiri Jogja Marathon 2025 yang mencatatkan kenaikan belanja sebesar 4,6 persen. Data ini menegaskan kontribusi event olahraga yang semakin besar terhadap perputaran ekonomi di daerah.

Pertumbuhan belanja di Yogyakarta menjadi yang tertinggi di antara kota-kota besar lain di Pulau Jawa selama pelaksanaan MJM 2026. Peningkatan konsumsi di DIY terpantau 1,2 hingga 4,1 kali lipat lebih tinggi daripada Jakarta, Bandung, Semarang, maupun Surabaya.

Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah berkelanjutan. Sinergi antara olahraga, pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi menjadi basis utama inisiatif tersebut. "Mengusung semangat 'More Than a Race', Mandiri Jogja Marathon tidak hanya menjadi ajang olahraga berkelas internasional, tetapi juga platform yang mampu menciptakan dampak ekonomi nyata. Kami berharap kehadiran event ini dapat memperkuat ekosistem sport tourism sekaligus memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat, pelaku usaha, dan daerah," ujar Adhika, dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).

Tingginya mobilitas masyarakat dan wisatawan selama pelaksanaan MJM 2026 menggerakkan berbagai sektor usaha ekonomi regional. Sektor akomodasi, transportasi, kuliner, perdagangan, hingga pelaku UMKM ikut merasakan dampak positif dari rangkaian kegiatan. Sebelum MJM 2026 berlangsung, rata-rata pertumbuhan belanja mingguan di Yogyakarta sebenarnya hanya berada di kisaran 0,5 persen secara week-on-week (WoW). Kondisi stagnan tersebut tetap terjadi meskipun wilayah ini sudah memasuki masa libur sekolah.

Penyelenggaraan ajang maraton ini kemudian mengubah tren konsumsi secara drastis hingga melonjak menjadi 7,3 persen secara WoW. Lompatan ini tercatat sebagai akselerasi pertumbuhan ekonomi tertinggi dalam kurun waktu empat tahun terakhir sejak 2023. Adhika menambahkan bahwa Bank Mandiri berkomitmen untuk terus menggulirkan inisiatif serupa demi mendukung kemajuan sport tourism nasional.

Kolaborasi dengan pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam memperkuat sendi ekonomi daerah secara berkelanjutan. "Melalui kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan, kami berharap Mandiri Jogja Marathon dapat terus memberikan manfaat yang lebih luas, baik dalam mendukung pengembangan sport tourism maupun mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di daerah," pungkas Adhika.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed