MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026 Lahirkan Pemimpin Lapangan
Kompetisi MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026 menghadirkan hal menarik di lapangan hijau. Beberapa pemain yang telah berpengalaman di Hydroplus Soccer League musim ini dipercaya memimpin rekan-rekannya.
Seperti dilaporkan oleh Bola, turnamen ini menjadi panggung bagi talenta muda untuk mewakili kota masing-masing. Ajang sepak bola putri usia dini ini menyasar kelompok usia U-8, U-10, dan U-12.
Inisiasi kompetisi datang dari Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife. Para peserta merupakan tim-tim perwakilan dari Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Hingga saat ini, turnamen telah menjangkau 12 kota di Indonesia. Wilayah tersebut meliputi Kudus, Solo, Yogyakarta, Semarang, Jakarta, Tangerang, Surabaya, Bandung, Bekasi, Malang, Samarinda, dan Balikpapan.
Di sisi lain, HydroPlus Soccer League menjadi wadah bagi kelompok usia di atasnya, yaitu U-15 dan U-18. Kompetisi liga ini diikuti oleh Sekolah Sepak Bola (SSB) dari Jakarta, Surabaya, Kudus, dan Bandung.
Meskipun sudah melewati fase U-12, sejumlah pemain berusia 12 tahun yang duduk di kelas 6 SD masih memenuhi syarat untuk tampil. Mereka kini membagikan pengalamannya dalam ajang All Stars yang berlangsung di Kudus pada 23-28 Juni 2026.
Pemain berbakat seperti Andien Haifa Syakira dan Albianca Raula memperkuat tim All Stars Jakarta. Sementara itu, All Stars Kudus diperkuat oleh Raisha Qaireen Batrisyia.
Kehadiran para pemain yang telah merasakan atmosfer kompetisi Hydroplus Soccer League memberikan dampak positif. Pengalaman mereka menjadi pendongkrak motivasi yang besar bagi rekan-rekan setimnya.
Pelatih tim All Stars Jakarta memberikan tanggung jawab khusus kepada Andien dan Bianca. Mereka diminta aktif berdiskusi dengan rekan setim saat menghadapi kendala dalam pertandingan.
"Saya hanya memotivasi, karena pelatih tidak bisa berbuat banyak karena yang menentukan di lapangan para pemain. Saya panggil beberapa pemain dan minta mereka pimpin di lapangan, mereka harus mencari solusi sendiri jika ada permasalahan di lapangan," ujar asisten pelatih All Stars Jakarta, Sasi Kirana.
Sasi Kirana menambahkan bahwa kehadiran kedua pemain tersebut memiliki pengaruh yang besar bagi tim.
"Faktor terbesarnya itu ada di Andien dan Bianca. Merekalah yang yang bisa menaikkan semangat anak-anak di lapangan," lanjut Sasi tentang keberadaan pemain yang sudah berpengalaman untuk bisa mengatur permainan di lapangan.
Andien, yang kini menempuh pendidikan di SD Cinta Kasih Tzu Chi Jakarta Barat, menyatakan rasa bangganya atas kepercayaan dari tim pelatih.
"Saya senang mendapatkan kepercayaan dari Coach untuk membimbing teman-teman, memotivasi teman-teman," ujar Andien.
Manajemen Fisik dalam Dua Kompetisi
Intensitas pertandingan di Hydroplus Soccer League diakui jauh lebih tinggi. Format kompetisi yang menggunakan sistem liga mingguan menuntut kesiapan fisik yang prima dari setiap pemain.
Kondisi ini berbeda dengan MilkLife Soccer Challenge yang bergulir penuh selama satu pekan dan diadakan dua kali dalam satu musim. Perbedaan ritme ini menuntut pemain untuk pintar menjaga stamina.
Andien harus bersiap menghadapi jadwal padat karena akan segera tampil di Hydroplus Soccer League All Stars 2026 pada 5-12 Juli 2026.
"Pasti berbeda rasanya. Kami diajarkan bermain dengan intensitas yang kuat di MilkLife Soccer Challenge, tapi ketika main di Hydroplus Soccer League, intensitasnya menjadi lebih tinggi lagi," ujar Andien.
Andien yang membela Cipta Cendikia FA U-15 di Hydroplus Soccer League sempat merasa kurang percaya diri karena menjadi pemain termuda.
"Ada tantangan tersendiri bagi saya, di mana saya paling muda di tim saya. Bahkan sempat merasa tidak percaya diri tampil di sana," lanjut pemain yang tampil bersama Cipta Cendikia FA U-15 di Hydroplus Soccer League itu.
Terkait manajemen kebugaran, Andien telah menyiapkan program pemulihan setelah laga final MilkLife Soccer Challenge All Stars pada Minggu (28/6/2026).
"Nanti saya akan kembali dulu ke Jakarta, kemudian beristirahat. Setelah 3-4 hari di sana, saya kembali ke sini. Nanti di Jakarta hanya untuk recovery, istirahat yang cukup dan tetap latihan tapi tidak dengan intensitas yang tinggi," paparnya.
Penyerang Scorpion FC U-15, Raisha Qaireen Batrisya, juga merasakan beratnya tantangan dalam periode turnamen All Stars ini.
"Sekraang harus diakui cukup berat. Saya harus mengatur fokus dengan MilkLife Soccer Challenge All Stars ini dan kemudian baru mempersiapkan diri tampil di Hydroplus Soccer League All Stars," ujar Raisha kepada Bola.com.
Raisha menegaskan pentingnya istirahat setelah pertandingan final selesai.
"Pastinya setelah pertandingan final, saya harus beristirahat yang cukup. Jadi, saya akan siap untuk tampil bersama tim sya di Hydroplus Soccer League All Stars nantinya."
Mengejar Target Masuk Tim Nasional
Kehadiran dua jalur kompetisi ini mendapat apresiasi besar dari para pemain muda. Wadah ini dinilai membuka jalan bagi pesepak bola putri di Indonesia untuk merajut karier profesional.
Raisha menuturkan bahwa keikutsertaannya bersama SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus dan Scorpion FC U-15 telah menghidupkan cita-citanya.
"Saya punya mimpi di sepak bola. Saya ingin menjadi pemain Timnas Indonesia nantinya," ujar Raisha sambal tersenyum.
Guna merealisasikan impian menembus skuat Garuda Pertiwi, Raisha berkomitmen penuh untuk terus mengasah kemampuannya.
"Saya akan berlatih terus dan menguatkan mental saya," tegasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow