Mourinho Kembali ke Real Madrid Frank Leboeuf Prediksi Potensi Drama Skuad
Kembalinya Jose Mourinho untuk menakhodai Real Madrid memicu berbagai tanggapan dari insan sepak bola. Mantan bek Timnas Prancis, Frank Leboeuf, menjadi salah satu pihak yang menyoroti momentum krusial bagi klub raksasa Spanyol tersebut.
Seperti dikutip dari Bola, legenda sepak bola Prancis itu memperkirakan bahwa musim perdana Mourinho pada periode keduanya di Santiago Bernabeu berpotensi melahirkan banyak drama.
Manajemen Real Madrid resmi menunjuk kembali pria asal Portugal tersebut sebagai pelatih untuk musim depan. Keputusan ini diambil tepat 13 tahun setelah dirinya menyudahi masa bakti pertama bersama Los Blancos.
Saat menukangi Real Madrid terdahulu, Mourinho mempersembahkan gelar La Liga 2011/2012 dan Copa del Rey 2010/2011. Kala itu, ia terlibat rivalitas sengit dengan Barcelona besutan Pep Guardiola di kancah domestik maupun Eropa.
Walau Barcelona tampil lebih dominan pada masa tersebut, raihan dua trofi menjadi alasan kuat bagi Mourinho untuk mengklaim periode pertamanya sukses. Target besar yang belum sempat diwujudkannya hanyalah membawa Los Blancos menjuarai Liga Champions.
Kini, tantangan berat kembali membentang di depan mata Mourinho. Sang pelatih dibebani target untuk menyudahi dominasi Barcelona yang tengah mengejar trofi La Liga ketiga beruntun di bawah asuhan Hansi Flick.
Kehadiran mantan arsitek taktik Chelsea, Inter Milan, dan Fenerbahce ini diharapkan bisa memulihkan stabilitas tim. Pasalnya, internal Real Madrid sempat diterpa serangkaian polemik pada fase akhir musim lalu.
Kendati demikian, Leboeuf mengisyaratkan situasi di internal tim tidak akan berjalan dengan tenang.
Mourinho dikenal sebagai figur juru taktik yang menuntut kendali penuh atas tim asuhannya. Karakter dominan tersebut dinilai berisiko memicu gesekan di ruang ganti Real Madrid, mengingat skuad saat ini dihuni banyak pemain bintang berpengaruh besar.
Dalam wawancara eksklusif dengan Sports Mole yang didukung talkSPORT Bet Online Slots, Leboeuf mengutarakan rasa penasarannya terhadap dinamika hubungan Mourinho dengan pilar utama Los Blancos.
"Saya ingin melihat 'sinetronnya'," ujar Leboeuf.
"Bahkan jika ini sukses, tetap menarik untuk diikuti. Apa yang akan terjadi antara Vinicius Junior dan Mourinho setelah pertandingan melawan Benfica? Apa yang akan terjadi dengan Kylian Mbappe ketika Jose Mourinho berkata, 'Ayo, turun membantu pertahanan'?"
Kultur Ruang Ganti Jadi Tantangan Besar
Menurut pandangan Leboeuf, kultur internal yang telanjur mengakar di Real Madrid bakal menjadi ujian tersendiri bagi kepemimpinan Mourinho.
"Di Real Madrid, mereka melakukan apa yang mereka inginkan. Mereka adalah pemain, mereka adalah bintangnya. Sekarang, itu tidak akan berjalan seperti itu bersama Jose Mourinho. Itulah alasan dia ditunjuk," katanya.
Sektor krusial yang harus segera ditangani Mourinho diyakini berkaitan erat dengan sosok Kylian Mbappe.
Penyerang Timnas Prancis itu kerap menuai kritik saat memperkuat Paris Saint-Germain maupun Real Madrid akibat minimnya kontribusi ketika tim kehilangan penguasaan bola. Mbappe dinilai jarang membantu pertahanan untuk mengamankan kemenangan di laga-laga besar.
Walau bukan satu-satunya pemain yang mendapat sorotan, nama Mbappe selalu menjadi poros utama setiap kali isu kedisiplinan taktik ini mencuat ke permukaan.
Oleh karena itu, Mourinho berkewajiban meredam ego sang pemain dan membentuknya agar lebih giat membantu pertahanan. Keberhasilan skenario ini diyakini bakal memperbesar peluang Real Madrid merebut supremasi La Liga dari Barcelona.
Skeptisisme Terhadap Perubahan Sikap Mbappe
Leboeuf pribadi mengaku sangsi bahwa Mourinho mampu mengubah karakter bermain penyerang anyar Real Madrid tersebut.
"Itu akan menarik. Saya pikir mereka akan berbicara," ujar Leboeuf.
"Tetapi, Luis Enrique pernah mencoba berbicara dengan Kylian Mbappe dan itu tidak ada dalam pikirannya. Itu memang bukan bagian dari cara berpikir Mbappe," imbuh mantan pemain Chelsea dan Marseille tersebut.
Leboeuf menambahkan bahwa dirinya sempat berharap Carlo Ancelotti bertindak tegas dengan mencadangkan sang penyerang jika enggan turun membantu sektor pertahanan.
"Namun, itu tidak terjadi. Ancelotti tidak melakukan apa pun dan Mbappe terus melakukan apa yang dia inginkan. Sekarang, mari kita lihat bersama Jose Mourinho.
Saya ragu itu bisa berhasil, tetapi saya ingin melihatnya. Saya tidak ingin melewatkannya," lanjut Lebouf.
Sebagai informasi tambahan, pada masa bakti pertamanya di Real Madrid, Mourinho menorehkan rekor 127 kemenangan, 28 hasil imbang, dan 23 kekalahan dari total laga yang dimainkan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow