Paul Parker Kritik Marcus Rashford Jelang Kembali ke Manchester United
Penyerang berusia 28 tahun, Marcus Rashford, dijadwalkan kembali memperkuat Manchester United pada musim baru. Pemain Timnas Inggris tersebut akan bergabung dengan tim asuhan Michael Carrick usai menyelesaikan tugasnya di Piala Dunia 2026, seperti dilansir dari Bola.
Kepastian kepulangannya ke Old Trafford terjadi lantaran Barcelona memutuskan untuk tidak mengaktifkan klausul pembelian permanen seharga 26 juta paun. Klub raksasa Spanyol itu justru mengalihkan fokus dan dana mereka untuk mendatangkan Anthony Gordon dari Newcastle United.
Situasi ini memicu kritik keras dari mantan bek Manchester United era 1991–1996, Paul Parker. Ia menilai Rashford seharusnya merasa malu karena Barcelona lebih memilih menggelontorkan dana besar untuk Gordon ketimbang mempertahankannya.
"Dia mendapat kesempatan kecil untuk kembali dan, sejujurnya, kesempatan itu hanya datang karena Barcelona tidak menginginkannya lagi," kata Parker.
"Mereka memilih mengeluarkan uang lebih banyak untuk Anthony Gordon. Rashford seharusnya merasa malu. Ketika mereka memutuskan mengeluarkan uang sebanyak itu untuk Gordon, dia seharusnya merasa malu," cetus Parker.
Selain masalah kepindahan yang batal, Parker menegaskan bahwa tantangan terbesar Rashford saat ini adalah memenangkan kembali kepercayaan rekan-rekan setimnya di Carrington. Rashford diketahui sudah tidak lagi membela Setan Merah sejak tahun 2024.
"Hal terbesar adalah bagaimana dia bisa kembali mendapatkan kepercayaan dari rekan-rekan setimnya? Dia tidak menjalankan tugasnya dengan baik, tetapi semua orang membiarkannya hingga akhirnya mereka mengetahui seperti apa dirinya," kata Parker.
"Pada masa saya dulu, pemain senior pasti sudah menariknya dan melakukan sesuatu yang tidak akan menyenangkan baginya," imbuhnya.
Parker juga menyoroti perilaku Rashford di luar lapangan yang dinilainya bakal terus dipantau secara ketat oleh publik maupun internal tim.
"Bagaimana sikapnya saat duduk di bangku cadangan menyaksikan pertandingan? Bagaimana perilakunya saat latihan dan dalam kehidupan sosial? Itu menjadi salah satu masalah besar dan alasan mengapa dia berada dalam situasi seperti sekarang," tutur Parker.
Peluang Terakhir di Old Trafford
Sebelum dipinjamkan ke Barcelona dan Aston Villa, hubungan Rashford dengan mantan manajer Setan Merah, Ruben Amorim, sempat dilaporkan memburuk. Namun, manajer saat ini, Michael Carrick, disebut memiliki hubungan yang lebih baik dan berniat memasukkan Rashford ke dalam rencana skuadnya.
Parker mengingatkan bahwa dukungan dari para pendukung tidak akan datang dengan mudah begitu saja tanpa pembuktian yang konsisten.
"Kalau dia benar-benar serius ingin membuktikan dirinya lagi, itu akan menjadi tantangan besar baginya," ucap Parker.
"Suporter tidak akan langsung menerimanya hanya karena satu pertandingan atau satu gol. Dia harus bekerja keras secara konsisten," katanya.
"Masih banyak yang harus dia lakukan dan buktikan. Sejujurnya, ini adalah kesempatan terakhirnya. Benar-benar kesempatan terakhir," ucap Parker.
Di luar Manchester United, beberapa klub seperti Tottenham Hotspur dan AS Roma dilaporkan sempat mempertimbangkan untuk merekrut Rashford. Kendati demikian, besaran gajinya yang mencapai 325 ribu paun per pekan menjadi ganjalan utama bagi klub-klub peminat tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow