PBPI Gelar Turnamen Internasional FIP Bronze dan FIP Promises Jakarta
Pengurus Besar Persatuan Padel Indonesia (PBPI) menyelenggarakan turnamen FIP Bronze Jakarta dan FIP Promises Jakarta 2026 di Rana Grounds, Mampang, Jakarta Selatan, mulai Rabu (8/7/2026) demi membuktikan kesiapan Indonesia ke panggung padel internasional.
Sebanyak 30 negara dipastikan mengirimkan perwakilan atlet mereka dalam ajang bergengsi ini, sebagaimana dilansir dari Bola. Ratusan peserta dari berbagai benua seperti Malaysia, Hong Kong, Mesir, hingga Amerika Serikat turut hadir bersaing di Jakarta.
Head of International Relations PBPI, Maximiliano Baratawidjaja, menjelaskan bahwa terdapat dua target utama yang saling berkaitan dan bersifat strategis di balik keputusan untuk menyelenggarakan kompetisi internasional ini.
"Target kita pertama untuk kasih sebanyak-banyaknya kesempatan untuk orang Indonesia bisa main. Itu kenapa kita ambil turnamen yang lebih besar dari SOP-nya FIP," ujar Maximiliano Baratawidjaja, Head of International Relations PBPI.
Penyelenggaraan turnamen skala besar ini sekaligus diproyeksikan sebagai ajang uji coba kesiapan sarana dan prasarana menjelang kompetisi junior tingkat Asia yang akan datang.
"Tapi target keduanya, untuk kita juga membuktikan ke FIP dan ke Indonesia bahwa kita sudah siap untuk jadi tuan rumah untuk turnamen November." ujar Maximiliano Baratawidjaja, Head of International Relations PBPI.
Ajang FIP Promises Jakarta 2026 juga mencetak sejarah baru dengan kehadiran langsung Direktur FIP untuk pertama kalinya guna memantau perkembangan manajemen olahraga padel di tanah air.
"Untuk turnamen Promises, kita pertama kali akan mendapat direktur FIP yang akan hadir di sini. Ini pertama kali direktur FIP hadir di Indonesia karena dia sendiri ingin pertama kali lihat pekerjaan Indonesia gimana, perkembangannya gimana, dan dia juga mau lihat kenapa semua orang bicara baik banget tentang kita kalau kita jadi tuan rumah turnamen," tutur Maximiliano Baratawidjaja, Head of International Relations PBPI.
Kehadiran pimpinan tertinggi FIP tersebut didorong oleh reputasi baik Indonesia yang dikenal oleh komunitas internasional sebagai salah satu tuan rumah turnamen padel terbaik.
"Mereka bilang kita adalah tuan rumah yang paling bagus di dunia, sejak ini di padel. Dan kita maunya itu tetap begitu," kata Maximiliano Baratawidjaja, Head of International Relations PBPI.
Pihak asosiasi berharap peningkatan skala kompetisi pada periode mendatang dapat terus membuktikan kualitas kerja kepengurusan di mata dunia.
"Jadi untuk tahun depan, kalau kita naikkan skala lagi di Jakarta, contoh tahun depan mungkin Jakarta Silver, mereka datang lagi. Itu justru akan buktikan kita kerjanya bagus." kata Maximiliano Baratawidjaja, Head of International Relations PBPI.
Wakil Ketua Umum PBPI, Mochtar Sarman, menambahkan bahwa para atlet lokal saat ini memiliki motivasi tinggi berkat pencapaian gemilang pada turnamen sebelumnya di Yogyakarta.
"Kalau dari atlet, mungkin di Jogja kemarin kita sudah mencatat rekor. Atlet women kita itu yang pertama kali masuk final, dan menang, ya, sebagai juara. Sebelumnya belum pernah kita ini untuk women, jangankan menang turnamen, masuk final saja belum pernah," ujar Mochtar Sarman, Wakil Ketua Umum PBPI.
Prestasi sektor putri tersebut diharapkan menjadi pemantik bagi para atlet lokal lainnya untuk terus mendulang gelar juara pada ajang-ajang FIP selanjutnya.
"Semoga di pertandingan FIP-FIP berikutnya kita bisa menciptakan atlet-atlet lokal yang bisa memenangkan juara." ujar Mochtar Sarman, Wakil Ketua Umum PBPI.
PBPI juga mengusung misi jangka panjang untuk mengintegrasikan olahraga dengan sektor pariwisata nasional melalui konsep padel tourism.
"Semoga ke depannya bukan hanya FIP Asia Promises, tapi kita juga kepengin jadi host P1 atau P2. Ini kasta tertingginya untuk pertandingan padel, bisa mendatangkan nomor satu, nomor top ten padel dunia," tutur Mochtar Sarman, Wakil Ketua Umum PBPI.
Langkah strategis mendatangkan pemain papan atas dunia ini diharapkan mampu menyandingkan potensi olahraga padel dengan daya tarik wisata hospitality khas Indonesia.
"Supaya kita juga bisa mempromosikan Indonesia sebagai padel tourism." tutur Mochtar Sarman, Wakil Ketua Umum PBPI.
Setelah agenda di bulan Juli ini, PBPI dijadwalkan mempersiapkan penyelenggaraan FIP Junior Asia Cup pada November 2026 sebagai tuan rumah bagi tim nasional junior dari seluruh penjuru benua Asia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow