Pencalonan Andrea Pirlo Jadi Pelatih Timnas Italia Terhalang Isu Politik
Langkah Andrea Pirlo menuju kursi pelatih Timnas Italia menemui ganjalan besar akibat penolakan dari kalangan politik. Seperti dilansir dari Bola, persoalan ini dipicu oleh keterikatannya sebagai duta global sebuah perusahaan taruhan asal Rusia.
Mantan pemain AC Milan dan Juventus tersebut awalnya menjadi kandidat kuat untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Gennaro Gattuso. Namun, kesepakatan komersial yang ia tandatangani pada Oktober lalu kini memicu perdebatan mengenai etika dan citra nasional.
Situasi ini menempatkan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dalam posisi sulit. Federasi tidak hanya harus mempertimbangkan kemampuan taktis Pirlo yang saat ini melatih United FC di Uni Emirat Arab, tetapi juga implikasi politik di tingkat nasional.
Sejumlah pejabat FIGC serta anggota parlemen menilai kerja sama dengan operator taruhan tidak sesuai dengan profil seorang juru taktik tim nasional. Meski mendapat dukungan dari Direktur Teknik FIGC Paolo Maldini, gelombang kritik di internal maupun eksternal terus menguat.
Ketegangan ini berpotensi memicu dampak lanjutan di jajaran manajemen. Media lokal melaporkan bahwa Paolo Maldini dapat meninjau kembali jabatannya apabila pencalonan Pirlo resmi dibatalkan oleh federasi.
Sikap dan Kritik Para Tokoh Politik
Penolakan tegas disampaikan oleh Wakil Presiden Parlemen Eropa, Pina Picierno. Ia menyoroti pentingnya pembaruan nilai di tubuh sepak bola Italia usai kegagalan di level internasional.
"Setelah kekalahan lagi dan kegagalan kualifikasi Piala Dunia lagi, sepak bola Italia sangat membutuhkan revolusi budaya, etika, dan manajerial. Pilihan Andrea Pirlo justru berlawanan arah," kata Pina Picierno.
Pandangan lain juga datang dari Ketua Senat Italia, Ignazio La Russa, yang menilai penunjukan tersebut memiliki risiko tinggi secara teknis.
"Saya menghormati Malago, (penasihat federasi) Leonardo dan Maldini, dalam urutan tersebut, dan karena itu saya tidak langsung membuat pernyataan apa pun tentang Pirlo sebagai pelatih Italia, juga karena menghormati mereka," kata Ignazio La Russa kepada kantor berita ANSA.
"Tentu saja saya adalah penggemar Italia dan Pirlo adalah juara hebat, tetapi sebagai pelatih, itu adalah lompatan ke dalam kegelapan," tambah Ignazio La Russa.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow