Menu
Close
society

Informasi Berita Terkini

Adrien Rabiot Ungkap Kesiapan Prancis Hadapi Kolektivitas Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026

Smallest Font
Largest Font

Tim nasional Prancis memastikan diri siap tempur menghadapi laga krusial di babak semifinal Piala Dunia 2026. Seperti dikutip dari Bola, armada Didier Deschamps melangkah ke fase empat besar dengan membawa modal performa yang sangat meyakinkan.

Langkah Les Bleus menuju semifinal dihiasi catatan mengesankan sejak awal turnamen. Prancis menyapu bersih seluruh laga fase grup, dilanjutkan dengan kemenangan telak 3-0 atas Swedia di babak 32 besar, keunggulan tipis 1-0 atas Paraguay pada 16 besar, dan kemenangan 2-0 kontra Maroko di perempat final.

Gelandang Juventus, Adrien Rabiot, memaparkan bahwa kepercayaan diri timnya saat ini diimbangi dengan sikap tetap membumi demi menjaga fokus penuh.

Menurut Adrien Rabiot, konsistensi Prancis hingga mencapai titik ini tidak lepas dari kemampuan skuad untuk menjaga fokus pada setiap pertandingan yang dijalani.

"Kami fokus dan akan mempersiapkan pertandingan ini dengan cara sebaik mungkin. Kami percaya diri dengan perjalanan yang telah kami lalui sejauh ini, dan itu wajar. Namun, kami juga harus tetap rendah hati, karena itulah yang menjadi kekuatan kami sejak awal turnamen," ujar Rabiot.

Pemain lini tengah tersebut juga memandang laga semifinal ini sebagai rintangan krusial demi mewujudkan impian besar mereka meraih trofi juara.

"Sekarang ada satu tempat di final yang dipertaruhkan, dan kami berharap bisa melangkah hingga akhir."

Meredam Kolektivitas Permainan La Furia Roja

Menjelang pertarungan sengit memperebutkan tiket final melawan Spanyol, Prancis enggan memusatkan perhatian pada individu tertentu, termasuk bintang muda Lamine Yamal.

"Tidak, tidak ada rencana khusus untuk menghadapi Yamal. Kami fokus pada Spanyol sebagai sebuah tim, bukan kepada satu pemain."

Prancis menyadari kekuatan merata yang dimiliki oleh skuad La Furia Roja, mulai dari dominasi penguasaan bola hingga kerja sama antar lini yang dinamis.

"Kami tahu mereka adalah tim yang berbahaya di semua area lapangan, baik saat menguasai bola, bermain di ruang sempit dekat kotak penalti, dalam kombinasi antarpemain, maupun melalui para penyerangnya. Yang harus kami lakukan adalah membatasi sistem permainan mereka, bukan hanya satu pemain," tegas Rabiot.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed