Menu
Close
society

Informasi Berita Terkini

PSIM Yogyakarta Pasang Target Realistis di Super League 2026/2027

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Direktur Utama PSIM Yogyakarta, Liana Tasno, mengambil langkah realistis terkait pematokan target timnya untuk menghadapi kompetisi Super League 2026/2027, sebagaimana dikutip dari Bola.

Meski menembus posisi lima besar terkesan menjanjikan, ambisi tersebut membutuhkan dukungan finansial bernominal besar. Pihak manajemen enggan memaksakan kondisi keuangan klub demi mengejar target tersebut.

"Target sebenarnya kalau dikasih kesempatan, besok kami seperti musim kemarin, bisa tidur tuh sudah bersyukur karena kalau misalnya mau bicara target lima besar, itu bicara bujet yang sangat besar," ujar Liana.

Pada musim sebelumnya, Laskar Mataram mengakhiri kompetisi BRI Super League di peringkat ke-11 klasemen akhir. Skuad tersebut membukukan 45 poin dari hasil 11 kemenangan, 12 imbang, dan 11 kekalahan dalam 34 laga.

Manajemen Laskar Mataram menghindari kebiasaan hanya bergantung pada aktivitas belanja pemain di setiap musim. Pengeluaran untuk perekrutan pilar baru akan diseimbangkan melalui investasi berkelanjutan di sektor akademi usia muda.

"Saya punya visi, PSIM ini bukan hanya belanja doang. Itu memang trennya ya belanja. Tapi, saya kepingin belanjanya diseimbangkan dengan pengembangan usia muda yang harus kami invest," ungkapnya.

Liana menilai bahwa pembinaan pemain muda diproyeksikan mampu memasok kebutuhan skuad utama. Langkah ini dinilai efektif menekan beban anggaran pembentukan tim senior agar tidak membengkak di masa mendatang.

"Jadi, kami juga invest di pengembangan usia muda, di mana nanti pengembangan usia mudanya ini bisa supply ke first team sehingga bujet yang first team enggak menjadi beban banget," lanjutnya.

Adaptasi Standar PSSI di Kasta Tertinggi

Sebagai tim yang baru promosi pada musim lalu, manajemen klub berusia 43 tahun itu menyadari perlunya proses adaptasi terhadap berbagai regulasi di kasta tertinggi, termasuk pemenuhan standar infrastruktur dari PSSI.

"Tapi, kami tahu diri, kami klub baru promosi dan baru belajar untuk memenuhi standar PSSI yang tadi infrastruktur. Saya pikir ini tahun kedua saya belajar untuk me-manage klub Liga 1," ucapnya.

"Jangan sampai donatur saya kapok karena minta bujet gede, terus kami juga baru naik ke Liga 1 kemarin. Waktu dapat proyek PSIM di Liga 1 ini, dua tahun saya benar-benar stres banget."

"Tapi, kan sekali lagi harus do better PSIM ke depannya, jadi kalau misalnya bisa masuk peringkat 10 besar, Puji Tuhan," imbuh Liana Tasno.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed