PSSI Siapkan Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
Persiapan skuad Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2030 terus dimatangkan oleh PSSI melalui koordinasi langsung dengan pemerintah dan penguatan program tim nasional. Dilansir dari Bola, Ketua Umum PSSI Erick Thohir bersama pelatih John Herdman telah menemui Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, untuk melaporkan perkembangan signifikan skuad Garuda.
Pertemuan tersebut membahas peningkatan peringkat FIFA Indonesia yang melonjak dari posisi 122 ke 118 dunia setelah kemenangan atas Oman dan Mozambik. Selain itu, PSSI memaparkan agenda kompetisi mendatang seperti Piala AFF, FIFA ASEAN Cup, Piala Asia 2027, serta peta jalan kualifikasi zona Asia demi mengamankan tiket ke putaran final Piala Dunia 2030.
Presiden Prabowo Subianto menyambut positif pemaparan tersebut dan berkomitmen memberikan dukungan penuh bagi pencapaian target besar itu. Peluang Indonesia dinilai semakin terbuka seiring peningkatan kualitas performa tim serta adanya wacana penambahan kuota peserta turnamen oleh FIFA.
Pengamat sepak bola nasional Ronny Pangemanan turut menyoroti perubahan format kompetisi global yang berpotensi menguntungkan Indonesia. Ia menjelaskan bahwa jumlah peserta ajang sepak bola terakbar ini terus mengalami pembengkakan dari format lama.
"Ini adalah yang pertama kali dalam sejarah di mana tiga negara menjadi host, menjadi penyelenggara. Bukan cuma itu, bahkan peserta bertambah dari 32 negara menjadi 48 tim yang seluruhnya memainkan 104 pertandingan terbagi dalam 12 grup. Luar biasa," kata Ronny Pangemanan, Pengamat Sepak Bola.
Ronny Pangemanan juga mempertimbangkan peluang Indonesia untuk bersaing pada edisi-edisi mendatang melihat peta persaingan negara baru. Perubahan regulasi dan penambahan jumlah negara peserta dinilai membuka jalan bagi negara yang belum pernah lolos sebelumnya.
"Ada empat negara yang baru pertama kali mencicipi ikut di pesta bola dunia ini kali ini yaitu Curaçao, Uzbekistan, Jordania dan Cape Verde. Pertanyaannya, apakah Indonesia bisa juga ikut pesta bola dunia yang akan datang? Karena kita tahu pada 2034 kembali tiga negara menjadi penyelenggara yakni Spanyol, Portugal, dan Maroko," kata Ronny Pangemanan, Pengamat Sepak Bola.
Saat ini fokus utama PSSI adalah memastikan kesiapan di bawah arahan pelatih John Herdman untuk turnamen tahun 2030. Spekulasi mengenai perluasan jumlah tim peserta menjadi 64 negara juga menjadi angin segar bagi langkah Indonesia yang sebelumnya sukses menembus putaran keempat kualifikasi zona Asia.
"Ada rumors yang beredar, bahwa pesertanya bisa berubah menjadi 64 tim. Kita belum tahu ini akan dilakukan pada Piala Dunia kapan," kata Ronny Pangemanan, Pengamat Sepak Bola.
Format kompetisi diprediksi akan mengalami perubahan besar dalam pembagian grup jika penambahan kuota tersebut resmi diterapkan. Sistem kelolosan fase gugur otomatis akan menyesuaikan kuantitas grup yang tersedia.
"Kalau 64 tim, maka akan ada 16 grup. Masing-masing grup akan berisi empat tim. Sama seperti sekarang dengan 48 tim, 12 grup.
Semua terdiri empat tim di tiap grup. Kemudian ada yang lolos juara dan runner up ditambah dengan 8 tim peringkat ketiga terbaik maka akan membentuk 32 tim".
"64 tim terbagi dalam 16 grup, maka mungkin saja juara dan runner up grup saja yang melaju ke fase gugur bisa di 32 besar. Mungkin aja akan menghilangkan 8 tim berperingkat ketiga terbaik. Ya, ini luar biasa kalau sampai terwujud".
Penambahan jatah bagi zona Asia secara otomatis akan memperbesar kans skuad Garuda di babak kualifikasi mendatang.
"Makanya saya bilang kalau berkaitan dengan timnas kita, ada kemungkinan kita bisa lolos. Kalau kemarin sudah sampai putaran keempat karena jatah Asia pasti akan bertambah," kata Ronny Pangemanan, Pengamat Sepak Bola.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow