Shin Tae-yong Resmi Menjadi Pelatih Persija Jakarta
Dilansir dari Bola, manajemen Persija Jakarta resmi menunjuk Shin Tae-yong sebagai nakhoda baru. Langkah ini diambil untuk mengakhiri puasa gelar juara klub ibu kota di kasta tertinggi kompetisi tanah air.
Musim mendatang menjadi momentum krusial, bertepatan dengan perayaan 500 tahun Kota Jakarta. Persija Jakarta terakhir kali merasakan gelar juara pada tahun 2018, sehingga target utama pelatih asal Korea Selatan tersebut adalah membawa tim kembali ke puncak performa.
Rekam jejak pelatih berusia 55 tahun ini terbilang impresif. Selama menangani Timnas Indonesia pada periode 2020 hingga 2025, ia mencatatkan berbagai pencapaian penting bagi sepak bola nasional.
Di bawah arahannya, Timnas Indonesia U-23 menembus semifinal Piala Asia U-23 2024. Selain itu, ia sukses membawa skuad Garuda menembus putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Sebelum berkiprah di Indonesia, pria yang akrab disapa STY ini memiliki pengalaman luas menukangi tim nasional kelompok umur. Ia juga pernah memimpin Taegeuk Warriors pada ajang Piala Dunia 2018.
Dalam unggahan di kanal YouTube resmi Persija, STY mengungkapkan alasan di balik keputusannya memilih melatih klub ibu kota tersebut. Ia mengaku sempat mendapatkan tawaran dari klub asal Jepang dan China.
STY menegaskan kenyamanan menjadi faktor utama dalam pengambilan keputusan. Ia merasa lebih percaya diri bekerja di tempat yang sudah dikenal dengan baik daripada memulai tantangan di negara baru.
"Ada banyak hal kenapa saya yakin memilih Persija Jakarta. Sebelum tawaran dari Persis, sudah ada tawaran dari Liga Jepang dan China. Namun, akhirnya saya lebih memilih Persija karena saya sudah lebih dulu mengenal sepak bola di sini," kata STY.
Pelatih kelahiran 26 Mei 1969 ini menambahkan bahwa pemahaman mendalam tentang ekosistem sepak bola di Indonesia akan memudahkan kinerjanya. Ia merasa tidak akan mengalami kesulitan adaptasi yang signifikan karena sudah cukup lama menetap di tanah air.
"Jika saya ke China akan lebih banyak kesulitan. Misalnya, saya baru ke sana dan tidak mengenal apa-apa. Namun, jika saya bergabung dengan Persija, saya akan datang ke tempat yang memang sudah saya kenal dengan baik. Apalagi selama di sini saya selalu mendapat sambutan yang baik," imbuhnya.
"Saya sudah tahu banyak tentang kota ini dan juga sangat nyaman ketika berada di sini. Jadi karena saya sudah tahu negara ini dan pemain-pemain yang ada di sini, akan lebih membantu saya agar lebih mudah menjalankan kerja."
Terkait status Persija sebagai klub besar, STY mengaku sudah memahaminya sejak lama. Ia menyadari ekspektasi tinggi yang diemban tim, terutama karena bermain di stadion besar seperti Gelora Bung Karno dan JIS.
"Selama saya melatih Timnas Indonesia, saya tahu Persija adalah tim besar yang ada di Liga Indonesia. Apalagi Persija juga bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno dan JIS. Jadi saya sudah sangat tahu tentang Persija sebelum saya bergabung ke sini," tukas STY.
Pelatih tersebut juga menekankan pentingnya peran The Jakmania dalam perjalanan tim musim depan. Dukungan suporter dinilai sebagai elemen krusial untuk memompa semangat para pemain di lapangan.
"Menurut saya, para pendukung kami pasti memiliki peran yang sangat penting. Peran tersebut memang akan berbeda dengan para pemain dan tim pelatih. Untuk itu kami akan bekerja keras. Kami benar-benar harus bekerja keras agar tidak mengecewakan pendukung kami," kata STY.
Mengomentari target juara yang dicanangkan oleh pihak manajemen, STY menegaskan kesiapannya untuk berjuang. Baginya, kesuksesan di Persija memiliki tolok ukur yang jelas, yakni meraih gelar juara.
"Tentu kesuksesan itu merupakan modal penting di tim ini, apalagi ini tim ibu kota dan punya banyak pendukung. Jawaban saya ya harus menang. Kesuksesan di sini dinilai dari juara.
Di Indonesia, sukses berarti juara. Saya akan berusaha keras untuk itu," pungkas STY.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow