UEFA Siap Adang Rusia Kembali ke Sepak Bola Internasional
UEFA bersiap menghalangi kembalinya tim-tim Rusia ke panggung sepak bola internasional. Sikap keras ini muncul setelah Komite Olimpiade Internasional (IOC) mencabut sementara status skors Rusia dari ajang olahraga dunia. Langkah UEFA tersebut diambil ketika FIFA justru menyatakan akan meninjau kembali kebijakan mereka.
Seperti dikutip dari Bola, FIFA menjatuhkan larangan bertanding kepada tim Rusia sejak empat tahun lalu akibat invasi skala penuh ke Ukraina. Pihak FIFA menyatakan akan menganalisis keputusan IOC terlebih dahulu sebelum menentukan langkah berikutnya. Perbedaan pandangan ini berpotensi memicu ketegangan baru antara organisasi sepak bola dunia dan Eropa tersebut.
Hingga kini, UEFA belum memberikan rilis resmi kepada publik. Namun, sumber dari sejumlah asosiasi sepak bola nasional menilai hampir tidak ada peluang realistis bagi Rusia untuk kembali berkompetisi di Eropa.
Situasi ini berdampak langsung pada peluang Rusia untuk tampil di Piala Dunia. Walaupun turnamen tersebut berada di bawah kendali FIFA, babak kualifikasi untuk zona Eropa diselenggarakan langsung oleh UEFA. Sejumlah federasi besar di Eropa Barat masih menolak keras kembalinya Rusia. Negara-negara seperti Inggris, Jerman, dan Prancis disebut tetap konsisten dengan sikap penolakan tersebut.
Tiga tahun lalu, UEFA sempat membatalkan rencana mengizinkan tim kelompok umur Rusia bertanding akibat penolakan dari 12 anggota. Pihak UEFA kini enggan menghadapi gelombang penolakan serupa. Faktor politik internal juga memengaruhi keputusan ini. Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, akan kembali mencalonkan diri dalam pemilihan tahun depan, sehingga ia dinilai tidak akan mengambil langkah yang mengecewakan mayoritas pemilik suara.
Sikap Terbuka FIFA
Kondisi sebaliknya terjadi di internal FIFA yang dinilai lebih terbuka untuk mengintegrasikan kembali Rusia. Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebelumnya menyatakan menyambut baik jika Rusia bisa kembali berkompetisi. Gianni Infantino diketahui memiliki hubungan dekat dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, sejak kerja sama dalam Piala Dunia 2018.
Kedekatan ini memfasilitasi keikutsertaan Timnas Rusia U-15 pada Piala Dunia kelompok umur di Azerbaijan pada Oktober. Dalam wawancara dengan Sky News pada Februari lalu, Infantino menegaskan posisi FIFA terkait pembatasan yang sedang berjalan.
"Larangan ini tidak menghasilkan apa pun. Larangan itu hanya menciptakan lebih banyak frustrasi dan kebencian," ujar Infantino.
Ancaman Boikot Piala Dunia
Opsi untuk memindahkan kualifikasi Rusia ke konfederasi lain seperti yang dilakukan Israel di zona Eropa juga dinilai tidak menyelesaikan masalah. Langkah ini tetap memicu resistensi dari tim-tim lain. Sejumlah tim asal Eropa dilaporkan siap melayangkan ancaman boikot terhadap Piala Dunia.
Aksi ini akan dilakukan jika Rusia berhasil lolos ke babak putaran final. Perselisihan mengenai status Rusia berpotensi memperlebar jarak antara UEFA dan FIFA. Hubungan kedua lembaga sebelumnya sempat memanas akibat keputusan Komite Disiplin FIFA terkait hukuman pemain.
Hukuman skors Folarin Balogun dicabut oleh FIFA menjelang laga Amerika Serikat melawan Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. UEFA mengklaim keputusan FIFA tersebut telah melewati batas dan merusak integritas, sementara FIFA membalasnya dengan tudingan kemunafikan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow