WOSPAC Indonesia Dorong Pembinaan Sepak Bola Usia Muda
Sistem pembinaan pemain usia muda yang berkelanjutan menjadi fokus utama dalam meningkatkan prestasi sepak bola nasional menuju panggung dunia. Pembahasan mendalam mengenai tantangan serta peluang tata kelola talenta lokal tersebut diangkat dalam sebuah webinar nasional pada Rabu (24/6/2026), sebagaimana dilansir dari Bola. Kegiatan bertajuk "Piala Dunia dan Masa Depan Sepak Bola Indonesia" ini digelar dalam Forum Diskusi Denpasar 12 edisi ke-280.
Agenda yang digagas oleh Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat tersebut menggarisbawahi urgensi integrasi antara fondasi, akademi, dan kompetisi yang terstruktur. CEO WOSPAC Indonesia Benhard Sitorus menjelaskan bahwa potensi besar Indonesia dari segi kuantitas penduduk dan antusiasme publik memerlukan rujukan global. Langkah konkret dilakukan dengan memfasilitasi talenta muda berusia 13 hingga 14 tahun untuk masuk ke ekosistem sepak bola internasional di Eropa, sehingga mereka berkesempatan mengejar status homegrown player setelah tiga tahun pembinaan.
"WOSPAC hadir bukan untuk mengubah metodologi lokal, melainkan membawa talenta Indonesia langsung ke pusat ekosistem sepak bola terbaik di dunia. WOSPAC menggabungkan pelatihan sepak bola performa tinggi, pendidikan formal internasional serta integrasi pendidikan Tanah Air, dan pembentukan kepribadian, mulai dari pola berpikir, kepercayaan diri, kebiasaan baru, kemandirian, hingga public speaking," ujar Benhard Sitorus, CEO WOSPAC Indonesia.
Program ini berfokus pada keikutsertaan dalam liga resmi guna melatih mental pemain menghadapi tekanan pertandingan secara langsung. Selain itu, jejaring pencari bakat dan agen di Eropa dibuka lebar untuk memperluas karier internasional para pemain, berkaca pada kesuksesan alumni WOSPAC terdahulu seperti David Raya, Keita Balde, dan Jordi Alba. "WOSPAC Indonesia menjadi solusi jangka panjang dan melengkapi program PSSI, bermitra dengan PSSI, menggandeng pihak swasta dan semua pihak terkait untuk mengirim dan menempa bakat lokal di akademi elite dunia demi kemandirian sepak bola Indonesia. Diperlukan kolaborasi strategis dalam membangun roadmap pembinaan usia dini berbasis model akademi dunia," kata Benhard Sitorus, CEO WOSPAC Indonesia.
Acara ini juga menghadirkan pandangan dari sejumlah tokoh seperti Tommy Suryopratomo, Direktur Operasional I.League Asep Saputra, Akmal Marhali dari Save Our Soccer, dan jurnalis senior Saur Hutabarat mengenai perbaikan mutu kompetisi, pelatih, hingga perangkat pertandingan. "Diskusi yang sangat menarik dan membangun. Kita jadi optimistis bahwa untuk tampil ke Piala Dunia bukan sekadar mimpi, melainkan target yang bisa dicapai melalui dedikasi dan konsistensi untuk mewujudkannya," ucap Tantri Moerdopo, Tim Ahli Wakil Ketua MPR RI.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow