Menu
Close
society

Informasi Berita Terkini

Akademi Persib dan Putri Garut Melaju ke Final Piala Hydroplus

Smallest Font
Largest Font

Dua tim asal Jawa Barat, Akademi Persib Bandung dan Putri Garut, berhasil mengamankan tiket ke babak final U-18 HYDROPLUS Soccer League All Stars 2025/2026 setelah menumbangkan lawan-lawan mereka pada babak semifinal, Sabtu (11/7/2026).

Seperti dilansir dari Bola, kedua tim mencatat kemenangan tipis dalam pertandingan sengit yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. Akademi Persib Bandung menundukkan Putri JP Jakarta dengan skor 2-1, sementara Putri Garut menyingkirkan Arema FC Women U-18 dengan keunggulan 1-0.

Pertandingan antara Akademi Persib Bandung dan Putri JP Jakarta berjalan ketat sejak awal laga melalui perebutan kendali di lini tengah. Gol pembuka Akademi Persib lahir melalui eksekusi penalti Auliah Arifah pada masa injury time babak pertama setelah Keyra Az Zahra dilanggar oleh Sabrina Zee Alfiansih Supriyatna di kotak terlarang.

Memasuki babak kedua, Putri JP Jakarta sempat menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-45 lewat sundulan Mentari Putri Hayfa Ramadani yang menyambut sepak pojok Aurellia Anindya Tawaris. Namun, Auliah Arifah kembali mencetak gol pada menit ke-69 melalui tendangan keras dari luar kotak penalti yang gagal dihalau kiper Fathia Neeza, sekaligus mengunci kemenangan Persib.

Penyerang Akademi Persib Bandung mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil positif yang diraih tim setelah melewati pertandingan yang menguras energi tersebut.

"Saya bersyukur banget ke Allah Yang Maha Kuasa atas rezeki yang diberikan hari ini, dan berkat kerja keras teman-teman, ofisial dan semua tim. Tadi sama-sama saling counter, tapi kami bisa mengontrol tempo permainan," ujar Nasywa Salsabila Fatah, Striker Akademi Persib Bandung.

Pihaknya menegaskan komitmen tim untuk tampil maksimal pada laga pamungkas demi mengamankan gelar juara meski waktu pemulihan kondisi fisik tergolong sangat singkat.

"Untuk final besok, kami akan all-out karena ingin mendapat gelar juara di ajang ini. Jadi kami akan memanfaatkan waktu recovery singkat ini, bagaimanapun besok kami habiskan tenaga untuk jadi juara," lanjut Nasywa Salsabila Fatah, Striker Akademi Persib Bandung.

Apresiasi juga datang dari tim pelatih yang melihat perjuangan keras para pemain di lapangan kendati stamina mereka sudah mulai menurun menjelang akhir laga.

"Alhamdulilah Akademi Persib Bandung bisa melangkah ke fase selanjutnya. Ini pertandingan yang sangat luar biasa, karena saling jual beli serangan. Saya menekankan untuk lebih sabar bermainnya dan sesuai skema. Dari pinggir lapangan saya hanya bisa memberikan motivasi pada mereka," ujar Dian Nadia Mutiara, Pelatih Kepala Akademi Persib Bandung.

Pelatih yang akrab disapa Coach Dian ini menyerahkan sepenuhnya motivasi bertanding kepada anak asuhnya demi menghadapi laga penentu esok hari.

"Saya akan serahkan kepada pemain apakah mereka mau jadi yang pertama atau kedua untuk besok. Namun, yang jelas untuk lawan besok, ditunggu sama ‘Maung Bandung’," tegas Dian Nadia Mutiara, Pelatih Kepala Akademi Persib Bandung.

Pada partai semifinal lainnya, Putri Garut dan Arema FC Women memperagakan permainan dengan pressing ketat yang membuat aliran serangan kedua tim sering terhenti di sepertiga lapangan. Kiper Arema FC Women, Keysha Putri Dwi Arianti, sempat menggagalkan peluang emas dari Irna dan Diana Annisa Rahmawati pada menit ke-13, sementara kiper Putri Garut, Alwiwie Sunanto, menepis tembakan Oktavia Safara Putri.

Kebuntuan akhirnya pecah pada babak kedua ketika penjaga gawang Arema FC Women melakukan kekeliruan saat mengantisipasi umpan jauh dari pemain tengah Putri Garut, Nazwa Bilbina Putri, sehingga bola masuk ke gawang sendiri. Arema FC Women mencoba mengejar ketertinggalan, namun performa apik pertahanan Putri Garut mempertahankan keunggulan 1-0 hingga laga usai.

Pemain lini belakang Putri Garut mengekspresikan rasa bangganya atas pencapaian tim yang dinilai sebagai buah dari kedisiplinan selama masa latihan.

"Sejujurnya bagi saya pribadi, bangga bisa ada di titik ini. Ini adalah hasil kerja keras tim dan juga hasil disiplin dari latihan. Selain itu, kami berhasil mengikuti instruksi pelatih dengan baik sepanjang laga. Untuk pertandingan besok, saya ingin bermain seperti tadi lagi dan siap menghadapi Akademi Persib di final," ucap Ayu Wulan Agustin, Pemain belakang Putri Garut.

Strategi bertahan dan mengandalkan serangan balik cepat diakui tim pelatih berjalan dengan baik untuk meredam kualitas permainan Arema FC Women.

"Kami tampil sesuai rencana dengan menerapkan skema serangan balik. Kita semua tahu Arema tim berkualitas. Jadi, setelah unggul 1-0 kami langsung fokus bertahan dan tidak muluk-muluk menerapkan strategi khusus.

Kami di sini datang sebagai kuda hitam. Jadi, walaupun tidak ada beban, kami tetap mengusahakan yang terbaik," kata Depi Kupriansyah, Pelatih Putri Garut.

Menghadapi partai puncak melawan Persib Bandung, tim pelatih Putri Garut mengaku telah memetakan kekuatan lawan dan menyiapkan seluruh opsi taktik di lapangan.

"Soal menghadapi Persib di final, saya sudah mempelajari kekuatan mereka yang bermain dengan ciri khas total football. Saya juga sudah mempersiapkan bagaimana menghadapi tim dengan gaya bermain seperti itu. Sejujurnya, kami sudah tidak ada beban lagi karena target awal kami di semifinal.

Namun, karena sekarang sudah kepalang tanggung, sekalian juara saja. Kami sudah mempersiapkan semua skenario termasuk jika ada skema adu penalti," lanjut Depi Kupriansyah, Pelatih Putri Garut.

Pertandingan final antara Akademi Persib Bandung dan Putri Garut dijadwalkan berlangsung pada Minggu (12/7/2026) pukul 14.00 WIB di Supersoccer Arena Kudus.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed