Daftar 9 Pemain Top yang Gagal Bersinar di Liga Inggris
Liga Inggris dikenal sebagai kompetisi dengan persaingan ketat yang membuat banyak pemain bintang kesulitan menampilkan performa terbaiknya. Tidak sedikit pemain yang sukses di liga lain atau Timnas justru gagal bersinar di Premier League. Mateja Kezman, yang pindah ke Chelsea dari PSV Eindhoven pada 2004, hanya mencetak tujuh gol dari 40 laga.
Ia tak mampu mengulang kesuksesan di Eredivisie meski berprestasi di level internasional dengan 17 gol untuk Yugoslavia dan Serbia & Montenegro. Adrian Mutu memiliki catatan buruk di Chelsea akibat penggunaan narkoba. Meski demikian, ia tetap menjadi pencetak gol terbanyak Rumania dengan 35 gol dari 77 penampilan.
Christian Poulsen seolah terlambat beradaptasi di Liverpool pada musim 2010/2011. Meski gagal bersinar di Inggris, ia mencatatkan 96 caps untuk Denmark dan pernah tampil di dua Piala Dunia dan satu Kejuaraan Eropa.
Andriy Shevchenko, legenda Ukraina dan pemenang Ballon d'Or, mengalami penurunan performa di Chelsea dengan hanya sembilan gol dalam 48 pertandingan. Ia kemudian kembali ke AC Milan dan Dynamo Kiev untuk menambah koleksi golnya. Robinho yang bergabung dengan Manchester City pada 2008, gagal memenuhi ekspektasi walaupun mencetak 14 gol dalam 41 laga. Di level internasional, ia tampil impresif dengan 28 gol untuk Brasil dan dua Piala Dunia.
Diego Forlan, peraih Golden Ball Piala Dunia 2010, tidak mampu menonjolkan performa serupa di Manchester United. Ia hanya menyumbang 10 gol dalam 63 laga Premier League meski memiliki 112 caps untuk Uruguay. El Hadji Diouf menjadi pemain kontroversial di Liverpool dengan catatan tiga gol dari 55 pertandingan. Sikap buruknya, termasuk meludahi suporter, membuat kariernya di Inggris meredup meski berkontribusi di Piala Dunia 2002 untuk Senegal.
Claudio Bravo, kiper asal Cile yang datang ke Manchester City pada 2016, kehilangan posisi utama setelah performa menurun dan kedatangan Ederson. Ia tampil 29 kali dengan sembilan clean sheet selama empat musim. Angel Di Maria, pemain termahal Manchester United pada 2014, gagal menunjukkan konsistensi dan akhirnya pindah ke Paris Saint-Germain setelah konflik dengan pelatih.
Kariernya di Inggris jauh dari kata sukses meskipun menjuarai Piala Dunia bersama Argentina. Daftar ini menunjukkan bahwa status bintang dan harga mahal bukan jaminan sukses di Liga Inggris, dimana tekanan dan adaptasi menjadi faktor penentu performa pemain. Informasi ini dikutip dari Bola.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow