Menu
Close
society

Informasi Berita Terkini

Formula 1 Siapkan Rencana Cadangan Hadapi Perubahan Kalender Balapan 2026

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Formula 1 mulai menyusun berbagai skenario alternatif guna mengantisipasi potensi perubahan pada kalender balapan musim 2026.

Langkah ini diambil setelah dua seri di Timur Tengah resmi dibatalkan, sementara dua balapan penutup di Qatar dan Abu Dhabi kini menghadapi ketidakpastian.

CEO Formula 1, Stefano Domenicali, mengonfirmasi bahwa rencana cadangan telah disiapkan apabila situasi geopolitik di kawasan Teluk tidak memungkinkan balapan berjalan sesuai jadwal.

Dikutip dari Bola, musim 2026 diwarnai sejumlah sorotan termasuk performa pembalap muda Kimi Antonelli yang memenangi empat dari lima balapan awal dan finis kedua di Australia.

Di sisi lain, masa depan Max Verstappen menjadi perbincangan hangat di tengah laporan ketidakpuasannya terhadap arah perkembangan Formula 1.

Kalender kompetisi sendiri sudah terganggu akibat pembatalan Grand Prix Bahrain dan Arab Saudi yang dipicu oleh konflik di wilayah tersebut.

Fokus utama kini tertuju pada Grand Prix Qatar dan Abu Dhabi yang dijadwalkan menjadi dua seri penutup musim ini.

Kondisi keamanan yang tidak menentu di kawasan Teluk membuat kedua balapan tersebut berisiko mengalami pembatalan.

Jika kedua seri itu batal tanpa ada sirkuit pengganti, total balapan musim 2026 akan berkurang dari rencana awal 24 seri menjadi hanya 20 seri.

Meskipun Presiden Amerika Serikat Donald Trump optimistis terkait kesepakatan diplomatik, serangan terhadap Iran yang masih berlangsung membuat resolusi konflik dalam waktu dekat diragukan.

Pertimbangan Logistik dan Opsi Pengganti

Dalam wawancara dengan surat kabar Prancis L'Equipe, Domenicali menyatakan bahwa Formula 1 terus memantau situasi demi mengambil langkah paling realistis.

"Seperti saat pandemi COVID-19, kami harus berusaha bertindak sepragmatis mungkin. Pembatalan balapan di Bahrain dan Jeddah terjadi karena kami tahu tidak mungkin menggelar Grand Prix tersebut pada waktu yang direncanakan. Kami adalah olahraga hiburan yang membawa kegembiraan dan kesenangan. Kami harus datang ke tempat-tempat yang memungkinkan suasana seperti itu tercipta," kata Domenicali.

Domenicali menambahkan bahwa Formula 1 akan segera memasuki fase krusial untuk mengambil keputusan terkait dua balapan pamungkas tersebut.

"Promotor di Qatar dan Abu Dhabi sudah menjual tiket dan penjualannya berjalan sangat, sangat baik. Namun, akan tiba waktunya ketika kami harus mengambil keputusan," ujarnya.

Ia memaparkan bahwa memindahkan lokasi atau menggeser jadwal Grand Prix memerlukan operasi logistik skala besar dengan biaya tinggi.

"Formula 1 tidak seperti pertandingan sepak bola yang hanya melibatkan dua tim dan 22 pemain. Bagi kami, menyelenggarakan Grand Prix adalah pekerjaan logistik yang rumit dan mahal. Menunda satu balapan saja sudah menjadi tantangan karena tidak banyak slot kosong yang tersedia dalam kalender," tutur Domenicali.

Kendati demikian, pihak manajemen memastikan opsi alternatif sudah tersedia jika Qatar dan Abu Dhabi akhirnya batal digelar.

"Saya bisa memastikan bahwa kami memiliki rencana cadangan. Jika dua balapan pada akhir tahun dibatalkan akibat konflik yang masih berlangsung, kami sudah menyiapkan pilihan lain," ungkapnya.

Domenicali juga menegaskan bahwa Grand Prix Las Vegas tidak akan digeser menjadi seri penutup musim 2026 untuk menggantikan posisi tersebut.

"Tidak, Las Vegas tidak akan menjadi balapan terakhir dalam kalender. Saya bisa memastikan hal itu," tegasnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed