Harga Sembako Jakarta Naik Tajam Kacang Kedelai Tembus Rp25 Ribu per Kilogram
Harga sembako hari ini di wilayah DKI Jakarta mencatatkan lonjakan signifikan pada Rabu, 8 Juli 2026. Berdasarkan data pemantauan terbaru, sejumlah komoditas pangan utama seperti kacang kedelai, ikan kembung, daging sapi, hingga minyak goreng mengalami kenaikan harga yang cukup tajam dibanding hari sebelumnya.
Lonjakan tertinggi terjadi pada komoditas kacang kedelai yang meroket hingga 36,99 persen, disusul oleh kenaikan harga ikan dan daging paha belakang. Kondisi ini langsung memicu keluhan dari para pedagang dan konsumen di sejumlah pasar tradisional ibu kota karena memperberat pengeluaran rumah tangga.
Daftar Harga Bahan Pokok Terbaru di Jakarta
Menurut laporan berkala dari trenasia.id, perbandingan data harga pangan per Selasa kemarin menunjukkan volatilitas yang tinggi di berbagai wilayah pasar. Beberapa komoditas strategis naik serempak dengan sebaran harga yang sangat fluktuatif antar-pasar wilayah.
Sebagai contoh, komoditas garam dapur mengalami kenaikan hingga 15,29 persen, sementara minyak goreng bersubsidi pemerintah merangkak naik 5,66 persen. Masyarakat mulai mempertanyakan "kenapa harga cabai dan beras mahal" serta mengkhawatirkan tren kenaikan yang terus berlanjut pekan ini.
Tabel Perubahan Harga Sembako DKI Jakarta
Berikut adalah perincian rata-rata daftar harga bahan pokok di wilayah DKI Jakarta beserta rentang harga tertinggi dan terendah yang tercatat di pasar:
| Nama Komoditas | Rata-rata Harga (Rp) | Kenaikan (Rp) | Pasar Tertinggi | Pasar Terendah |
|---|---|---|---|---|
| Kacang Kedelai (per kg) | 25.000 | 6.750 | Pasar Rawamangun | Pasar Kelapa Gading |
| Ikan Kembung (per kg) | 50.000 | 3.750 | Pasar Kelapa Gading | Pasar Pondok Labu |
| Daging Sapi Has/Paha (per kg) | 154.500 | 2.417 | Pasar Gondangdia | Pasar Kebayoran Lama |
| Bawang Merah (per kg) | 50.600 | 1.533 | Pasar Jembatan Merah | Pasar Induk Kramat Jati |
| Ayam Broiler/Ras (per ekor) | 44.220 | 1.280 | Pasar Kalibaru | Pasar Senen Blok III - VI |
| Minyak Goreng Subsidi (per liter) | 18.513 | 992 | Pasar Pesanggrahan | Pasar Grogol |
| Cabai Rawit Merah (per kg) | 59.700 | 931 | Pasar Jembatan Merah | Pasar Induk Kramat Jati |
| Ikan Mas (per kg) | 43.120 | 830 | Pasar Gondangdia | Pasar Tomang Barat |
| Ikan Lele (per kg) | 31.300 | 820 | Pasar Ujung Menteng | Pasar Kebayoran Lama |
| Garam Dapur (per 250gr) | 5.300 | 703 | Pasar Pramuka | Pasar Kalibaru |
| Beras Muncul I (per kg) | 16.333 | 669 | Pasar Mayestik | Pasar Jembatan Lima |
| Gula Pasir Premium (per kg) | 19.250 | 437 | Pasar Pramuka | Pasar Kramat Jati |
Faktor Penyebab Harga Pangan Naik dan Dampaknya
Fluktuasi harga yang terjadi di tingkat daerah ini dipengaruhi oleh rantai pasok dan biaya distribusi logistik menuju pasar-pasar satelit. Perbedaan harga yang mencolok antara Pasar Induk Kramat Jati sebagai pusat grosir dengan pasar retail seperti Pasar Jembatan Merah menjadi bukti adanya hambatan distribusi tersebut.
Kenaikan harga kedelai impor yang menjadi bahan baku tahu dan tempe berpotensi memicu penyesuaian ukuran atau harga jual produk turunan di tingkat pengrajin. Kondisi serupa pada komoditas daging dan ikan segar memaksa konsumen untuk merombak ulang rencana belanja harian mereka demi menjaga kecukupan gizi.
Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.
Untuk menyiasati situasi ini, masyarakat diimbau mempraktikkan tips hemat uang belanja seperti menyusun menu mingguan secara ketat dan memanfaatkan substitusi protein yang lebih ekonomis. Langkah taktis dalam cara mengatur anggaran belanja rumah tangga sangat diperlukan agar stabilitas keuangan keluarga tetap terjaga di tengah tren kenaikan harga pangan nasional.
Pemerintah daerah melalui dinas terkait terus memantau pergerakan update harga sembako jawa timur jakarta dan wilayah lainnya untuk memastikan ketersediaan stok pangan aman. Operasi pasar murah secara berkala dijadwalkan di sejumlah titik rumah susun dan kelurahan guna menekan beban pengeluaran warga berpenghasilan rendah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow