Manchester United Amankan Lahan 25 Acre untuk Stadion Baru
Manchester United mengumumkan perkembangan penting mengenai rencana pembangunan stadion baru berkapasitas 100.000 penonton. Klub berjuluk Setan Merah tersebut menyatakan telah berhasil mengamankan lahan seluas 25 acre untuk proyek tersebut.
Seperti dikutip dari Bola, Manchester United sebelumnya memperkenalkan rencana pengembangan kawasan Old Trafford melalui proyek senilai 2 miliar paun atau sekitar Rp47,2 triliun pada tahun lalu. Rencana ini mencakup pembongkaran stadion lama dan pembangunan stadion baru.
Co-owner Manchester United, Sir Jim Ratcliffe, sempat menyebut proyek besar ini sebagai "Wembley dari Utara". Pihak klub mengonfirmasi bahwa lokasi lahan baru berada sekitar 350 meter di barat laut Old Trafford.
Area tersebut dibeli dari Indurent, sebuah perusahaan pengembang kawasan industri yang masuk dalam portofolio Blackstone. Sebelumnya, proses negosiasi sempat menemui jalan buntu dengan perusahaan logistik Freightliner karena ketidaksepakatan nilai lahan di belakang Stretford End.
Lahan yang kini berhasil diperoleh terletak di area segitiga yang dibatasi oleh Wharfside Way, Europa Way, dan John Gilbert Way. Setelah mengamankan area ini, klub akan melanjutkan proses akuisisi sisa lahan lain yang dibutuhkan.
Proyek ini tidak hanya berfokus pada stadion, melainkan juga regenerasi kawasan sekitar. Manchester United memperkirakan proyek tersebut akan menghadirkan 15.000 rumah baru dan menciptakan 48.000 lapangan pekerjaan setempat serta 90.000 secara nasional.
Dampak ekonomi dari pembangunan ini diproyeksikan menyumbang lebih dari 7 miliar paun per tahun bagi perekonomian Inggris. Pihak manajemen juga berkomitmen mendukung para pelaku usaha lokal yang terdampak pembangunan.
Perincian rencana induk regenerasi kawasan ini akan dirilis pada 9 Juli bersamaan dengan dimulainya masa konsultasi resmi. Para suporter dipastikan akan dilibatkan secara aktif dalam tahap perancangan stadion baru tersebut.
CEO Pengembangan Stadion Baru Manchester United, Colette Roche, menyebut pencapaian terbaru ini sebagai langkah penting dalam proyek tersebut.
"Hari ini menunjukkan kemajuan yang kami buat menuju rumah baru kelas dunia untuk Manchester United dan menjadi tonggak penting saat kami memasuki fase pengembangan berikutnya," kata Roche.
Menurut Colette Roche, lokasi yang tetap berdekatan dengan Old Trafford membuat klub dapat mempertahankan warisan, tradisi, dan kebiasaan para suporter.
"Kami berkomitmen membangun stadion kelas dunia bersama para pendukung kami, bukan hanya untuk mereka, dengan atmosfer, keterjangkauan, dan aksesibilitas sebagai bagian utama dari pemikiran kami," ujarnya.
Colette Roche juga menambahkan bahwa proyek ini menjadi peluang besar yang sejalan dengan ambisi pertumbuhan di tingkat lokal maupun nasional.
"Mengamankan lahan yang tepat untuk rumah baru kami merupakan hal yang sangat penting. Lahan yang kami peroleh memberi kami kesempatan untuk menghadirkan stadion kelas dunia yang menghormati masa lalu dan siap menyambut masa depan," jelasnya.
Old Trafford sendiri telah menjadi markas klub sejak tahun 1910 dengan renovasi terakhir pada 2006 yang meningkatkan kapasitas menjadi 74.244 penonton. Melalui konsep baru ini, kapasitas stadion berpotensi melonjak hingga lebih dari 25.000 kursi tambahan.
Sir Jim Ratcliffe sebelumnya berharap stadion baru ini dapat diresmikan pada 2030 dan berkesempatan menjadi tuan rumah final Piala Dunia Wanita 2035. Di sisi lain, Old Trafford dipastikan absen dari daftar venue Euro 2028 karena bertepatan dengan masa pembangunan kawasan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow