Menu
Close
society

Informasi Berita Terkini

Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp17989 per Dolar AS pada Perdagangan NDF Pagi Ini

Smallest Font
Largest Font

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah ke level Rp17.989 per dolar AS di pasar Non-Deliverable Forwards atau NDF pada Senin pagi, 6 Juli 2026 pukul 08.07 WIB. Data perdagangan terbaru menunjukkan mata uang Garuda mengalami penurunan sebesar 0,25 persen dibandingkan dengan posisi pada hari penutupan sebelumnya.

Pelemahan ini memperpanjang tren negatif mata uang domestik yang terjadi sejak pekan lalu akibat tekanan eksternal global. Investor global terpantau kembali memburu aset aman dalam denominasi dolar AS, yang memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar domestik mengenai seberapa jauh "kenapa rupiah turun terus" dalam beberapa waktu ke depan.

Penguatan indeks dolar menjadi faktor utama yang melatarbelakangi "rupiah melemah hari ini" di pasar regional. Berdasarkan data pasar pada pukul 08.13 WIB, Dollar Index terpantau menguat sebesar 0,03 persen ke level 100,886, sekaligus mencatat total kenaikan hampir 1 persen dalam sebulan terakhir.

Meskipun demikian, pergerakan mata uang di kawasan Asia bergerak bervariasi menghadapi keperkasaan mata uang Negeri Paman Sam tersebut. Berdasarkan data BloombergTechnoz, sejumlah mata uang regional justru memperlihatkan daya tahan yang cukup baik pada awal perdagangan pekan ini.

Daftar Performa Mata Uang Asia terhadap Dolar AS

  • Won Korea Selatan: Menguat paling tajam
  • Baht Thailand: Menguat tajam
  • Ringgit Malaysia: Menguat
  • Rupiah Indonesia: Melemah di pasar NDF
  • Peso Filipina: Menguat
  • Dolar Singapura: Menguat
  • Yen Jepang: Menguat
  • Rupee India: Menguat
  • Yuan Offshore dan Yuan China: Menguat terbatas
  • Dolar Taiwan: Melemah 0,07 persen
  • Dolar Hongkong: Melemah 0,01 persen

Rekam Jejak Historis Pergerakan Rupiah

Jika menilik performa sepekan sebelumnya, yakni pada periode 29 Juni hingga 3 Juli 2026, kondisi mata uang rupiah memang terus didera tekanan besar oleh dolar AS. Berdasarkan data yang dihimpun dari Investor ID, rupiah secara keseluruhan melemah sebanyak 112 poin atau setara 0,62 persen dari level awal Rp17.851 menuju ke Rp17.963 per dolar AS.

Fluktuasi harian yang terjadi sepanjang pekan lalu memperlihatkan dinamika pasar yang sangat dinamis. Nilai tukar sempat melakukan rebound tipis menjelang akhir pekan, sebelum akhirnya kembali takluk di pasar berjangka NDF pagi ini.

Tabel Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Periode Juni sampai Juli 2026

Data pembukaan dan penutupan harian kurs rupiah berdasarkan laporan pasar keuangan.
Hari dan TanggalKurs Pembukaan (per US$)Kurs Penutupan (per US$)Status Perubahan
Senin, 29 Juni 2026Rp17.868Rp17.851Menguat 71 poin
Selasa, 30 Juni 2026Rp17.888Rp17.906Melemah 55 poin
Rabu, 1 Juli 2026Rp17.944Rp17.950Melemah 43 poin
Kamis, 2 Juli 2026Rp17.977Rp17.995Melemah 43 poin
Jumat, 3 Juli 2026Rp17.952Rp17.963Menguat 32 poin
Senin, 6 Juli 2026Rp17.989Melemah 0,25% (Pasar NDF)
Update Kurs Rupiah Hingga Harga Emas Antam 3 Juli 2026 | tvOneNews

Faktor Utama Penyebab Tekanan Kurs Domestik

Para analis pasar keuangan menyebutkan bahwa pergerakan negatif ini searah dengan kondisi makroekonomi regional. Berdasarkan laporan terkini, rupiah tercatat melemah 0,2 persen bersama dengan rupee India yang turun 0,96 persen, serta peso Filipina dan dolar Taiwan yang masing-masing mengalami penurunan sebesar 0,2 persen.

Faktor eksternal seperti sentimen kebijakan moneter global dan pergerakan yield obligasi di negara maju ditengarai menjadi "penyebab rupiah anjlok terhadap dolar" AS secara beruntun. Para pelaku pasar modal saat ini cenderung menahan diri sembari mencermati rilis data ekonomi domestik terbaru yang akan dikeluarkan oleh Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik dalam waktu dekat.

Informasi ini bukan saran investasi atau perdagangan valuta asing. Kurs mata uang dapat berfluktuasi sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar finansial global dan domestik.

Hingga saat ini, volatilitas di pasar spot dalam negeri masih terus dipantau secara ketat oleh Bank Indonesia guna memastikan ketersediaan likuiditas dan menjaga stabilitas perekonomian nasional dari dampak eksternal.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed