Menu
Close
society

Informasi Berita Terkini

PSSI Lanjutkan Program Naturalisasi Pemain demi Dongkrak Prestasi Timnas Indonesia

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

PSSI tetap konsisten memandang program naturalisasi sebagai strategi efektif untuk mengatrol kualitas Timnas Indonesia ke level yang lebih tinggi.

Seperti dikutip dari Bola, kebijakan melirik pemain keturunan ini sejatinya telah dimulai sejak era kepengurusan lama, namun intensitasnya kian meningkat di bawah kendali Ketua Umum Erick Thohir.

Kehadiran para pemain diaspora tersebut sejauh ini telah membuahkan pencapaian positif, termasuk membawa Timnas Indonesia U-23 menembus babak semifinal Piala Asia U-23 pada 2024.

Selain itu, Skuad Garuda juga mengukir catatan impresif dengan melangkah hingga putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Di bawah komando juru taktik anyar John Herdman, posisi Indonesia dalam peringkat FIFA turut merangkak naik dari urutan ke-122 menuju posisi ke-118.

Lompatan peringkat ini dipastikan setelah Indonesia sukses mengemas kemenangan dalam dua pertandingan FIFA Matchday melawan Oman dan Mozambik.

Kini, persiapan matang tengah dilakukan untuk menghadapi sejumlah agenda penting seperti Piala AFF, FIFA ASEAN Cup, Piala Asia 2027, serta misi menembus Piala Dunia 2030.

PSSI terus bergerak aktif memburu pesepak bola keturunan yang memiliki potensi besar di berbagai belahan dunia, terutama di kompetisi Eropa.

Saat ini, proses administrasi dua pemain keturunan, yakni Mitchell Lee Baker dan Luke Anthony Vickery, sedang berjalan di DPR RI.

Apabila seluruh tahapan rampung tanpa kendala, keduanya diproyeksikan segera memperoleh status warga negara Indonesia untuk memperkuat tim bersama Rizky Ridho dan kolega.

Upaya PSSI ini mendapatkan lampu hijau serta dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto serta jajaran parlemen di DPR RI.

Apresiasi terhadap sikap pemerintah ini turut disampaikan oleh pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan, melalui saluran YouTube Bung Ropan.

"Ketua Umum PSSI Pak Erick Thohir sudah mengatakan bahwa program naturalisasi terus akan berjalan. Jadi tidak akan berhenti demi untuk mempertebal bagaimana pemain-pemain kita di semua level," kata Ronny Pangemanan.

Target Juara dan Tuan Rumah Turnamen

Langkah penguatan di setiap lini permainan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi pelatih John Herdman dalam meramu tim yang tangguh.

Target yang dipasang bukan sekadar memburu takhta juara di Piala AFF, melainkan juga membidik gelar tertinggi pada ajang FIFA ASEAN Cup yang digelar September dan Oktober mendatang.

Menurut analisis Ronny Pangemanan, Indonesia memiliki peluang besar untuk ditunjuk sebagai tempat penyelenggaraan turnamen tersebut.

"Karena kemungkinan besar kita ditunjuk oleh FIFA sebagai tuan rumah pelaksana FIFA ASEAN Cup pertama kali dalam sejarah. Nah, setelah itu ada juga proyek yang lebih besar atau turnamen Piala Asia pada bulan Januari dan September 2027," tutur Ronny Pangemanan.

"Pada bulan September kalau tidak salah sudah mulai kualifikasi Pra Piala Dunia 2030 zona Asia. Kemarin kita sampai di putaran keempat, nyaris lolos ke Piala Dunia 2026. Sayang kita tersandung dalam putaran keempat menghadapi Arab Saudi dan Irak."

"Untuk ya membuat tim nasional kita tangguh, maka proyek naturalisasi ini yang sudah mendapat dukungan ya bukan saja dari pemerintah, tapi DPR RI juga siap mem-backup itu".

"Setiap ada naturalisasi, DPR terutama Komisi XIII sudah mengatakan untuk mendukung selama itu berguna, bagus untuk peningkatan tim nasional kita. Karena yang dibidik adalah bagaimana bisa berprestasi di Piala Asia dan lolos ke Piala Dunia 2030," kata Ronny Pangemanan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed