Harga Sembako Nasional 4 Juli 2026 Fluktuatif Cabai Rawit Tembus Rp63200 per Kilogram
Rata-rata harga sembako hari ini Sabtu, 4 Juli 2026 mencatatkan pergerakan yang fluktuatif di sejumlah wilayah Indonesia dengan komoditas cabai rawit merah masih bertahan tinggi di atas Rp60.000 per kilogram. Kondisi pasar terkini menunjukkan adanya dinamika pasokan yang memengaruhi kestabilan harga pangan di tingkat pedagang eceran.
Berdasarkan data rata-rata harga pangan nasional yang dihimpun dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola oleh Bank Indonesia, harga beberapa komoditas dapur utama mengalami penyesuaian nilai jual pada akhir pekan ini. Fluktuasi ini berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga harian masyarakat di berbagai daerah.
Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.
Rincian Rata-Rata Harga Pangan Nasional
Data terbaru dari PIHPS Nasional menunjukkan bahwa harga cabai rawit merah secara nasional kini bertengger di angka Rp63.200 per kilogram. Komoditas hortikultura ini menjadi salah satu bahan pangan yang paling tinggi nilainya di pasaran dibandingkan jenis cabai lainnya.
Sementara itu, untuk komoditas pemenuh kebutuhan protein seperti telur ayam ras, harganya tercatat berada di angka Rp29.150 per kilogram secara rata-rata nasional. Untuk daging ayam ras segar, para pedagang menjualnya dengan harga rata-rata Rp36.600 per kilogram.
Daftar Harga Kebutuhan Pokok Nasional
Masyarakat dapat mencermati tabel berkut untuk mengetahui rincian harga sembako terbaru yang berlaku secara makro di pasar-pasar tradisional Indonesia:
| Nama Komoditas Bahan Pokok | Rata-Rata Harga Nasional (per Kg) |
|---|---|
| Cabai Rawit Merah | Rp63.200 |
| Cabai Merah Keriting | Rp51.050 |
| Cabai Merah Besar | Rp50.950 |
| Cabai Rawit Hijau | Rp50.200 |
| Bawang Merah | Rp47.950 |
| Bawang Putih | Rp44.050 |
| Telur Ayam Ras | Rp29.150 |
| Daging Ayam Ras Segar | Rp36.600 |
Perkembangan Tren Harga Pangan di Daerah
Melihat kondisi di tingkat regional, laporan dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur menunjukkan dinamika tersendiri. Beras premium di wilayah tersebut dilaporkan mengalami kenaikan harga sebesar Rp160 atau sekitar 1,07 persen.
Selain beras, minyak goreng kemasan premium di Jawa Timur ikut merangkak naik tipis Rp20 (0,09%), cabai rawit merah naik Rp1.168 (2,91%), dan gas elpiji naik Rp248 (1,25%). Sebaliknya, harga daging ayam ras justru terpantau turun sebesar Rp1.263 (4,09%), daging ayam kampung turun Rp3.177 (4,53%), dan telur ayam kampung menyusut Rp1.269 (2,75%).
Bergeser ke wilayah timur Indonesia, Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan (SP2KP Kemendag) melaporkan situasi di Papua Barat. Dari total 16 komoditas pangan yang dipantau ketat oleh petugas, tercatat hanya 1 komoditas yang mengalami kenaikan harga dan 2 komoditas yang mengalami penurunan, sementara sisanya stabil.
Komoditas bawang putih jenis tertentu di Papua Barat menjadi barang yang melonjak paling tinggi sebesar Rp476 atau sekitar 0,83 persen. Di sisi lain, harga bawang merah regional justru mengalami penurunan paling tajam di wilayah tersebut dengan koreksi sebesar Rp476 atau menyusut 0,67 persen dari harga sebelumnya.
Secara regulasi, penataan harga bahan pokok terbaru ini mengacu pada rumpun komoditas utama yang wajib dipenuhi penyediaannya oleh pemerintah. Pemantauan harga yang dilakukan Dinas Perdagangan Kota Salatiga dan jajaran daerah lainnya berfokus pada kestabilan barang-barang dasar ini.
Masyarakat perlu memahami bahwa komponen sembako secara resmi terdiri atas sembilan unsur utama di luar bahan pelengkap hortikultura seperti cabai. Unsur-unsur pembentuk kebutuhan dasar tersebut meliputi:
- Beras sebagai pangan utama
- Gula pasir
- Minyak goreng dan mentega
- Daging sapi dan daging ayam
- Telur ayam
- Susu untuk pemenuhan gizi
- Bawang merah dan bawang putih
- Gas elpiji dan minyak tanah untuk kebutuhan memasak
- Garam beryodium
Pihak berwenang di berbagai daerah terus mengoptimalkan pemantauan distribusi pasokan dari sentra produksi guna mengantisipasi penyebab harga cabai mahal hari ini di tingkat pengecer. Upaya sidak pasar berkala juga diintensifkan guna menjamin keterjangkauan daya beli masyarakat terhadap seluruh daftar pangan pokok tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow