PSIM Yogyakarta Rombak Manajemen Jelang Liga 2 2026/2027
Manajemen PSIM Yogyakarta resmi memperkenalkan tiga pejabat baru untuk mengisi posisi teknis hingga operasional pertandingan pada Selasa (21-7-2026) di Wisma PSIM, Yogyakarta, sebagai langkah pembenahan luar lapangan menjelang kompetisi Super League 2026/2027 sebagaimana dilansir dari Bola.
Tiga sosok baru tersebut meliputi Ikhsan Mahar sebagai manajer tim, Tegar Diokta Andias selaku manajer operasional, serta Wendy Umar Senoaji yang menjabat manajer operasional klub di Yogyakarta. Wendy sebelumnya pernah mengabdi sebagai Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM pada musim lalu, sedangkan Ikhsan dan Tegar memiliki latar belakang pengalaman panjang di industri sepak bola nasional.
Direktur Utama PSIM, Liana Tasno, mengungkapkan bahwa penunjukan Ikhsan Mahar dilandasi oleh rekam jejak serta kegemarannya yang besar pada dunia sepak bola setelah berkarier selama 12 tahun sebagai jurnalis olahraga senior.
"Posisi football manager sekarang diemban Ikhsan Mahar. Beliau merupakan salah satu jurnalis sports senior Kompas. Saya melihat yang pertama adalah passion-nya.
Saya sudah paham betul dan juga kagum dengan pengetahuannya, mau bicara Timnas dari zaman apa pun dia paham. Passion-nya terhadap sepak bola luar biasa," ujar Liana Tasno, Direktur Utama PSIM.
Liana menilai keahlian Ikhsan dalam melakukan pemantauan bakat dan penentuan kebutuhan pemain sudah berada pada level ahli berkat basis pengetahuan sepak bola yang luas tersebut.
"Kalau sudah bisa melihat scouting, lalu menilai pemain ini cocok dengan kebutuhan tim, itu sudah level ahli. Basisnya memang passion dulu, kemudian pengetahuannya luas di sepak bola," lanjut Liana Tasno, Direktur Utama PSIM.
Pihak manajemen berharap kehadiran manajer berusia 34 tahun tersebut mampu meningkatkan keterbukaan informasi serta mempererat hubungan komunikasi antara PSIM dengan kalangan media massa.
"Kami sadar betul bahwa media membutuhkan informasi, dan pemberitaan PSIM memang disukai masyarakat. Harapannya ke depan kami bisa lebih transparan sehingga teman-teman media lebih mudah mendapatkan informasi," tutur Liana Tasno, Direktur Utama PSIM.
Liana menambahkan bahwa Tegar Diokta Andias diposisikan untuk memperkuat aspek nonteknis tim utama maupun Elite Pro Academy (EPA) berbekal pengalamannya mendampingi jajaran kepelatihan Timnas Indonesia di bawah asuhan Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert.
"Mas Tegar ini memperkuat sisi nonteknis first team maupun EPA. Mulai administrasi, mengatur perjalanan tim saat away, akomodasi, hingga kebutuhan pemain. Hal-hal teknis seperti ini membuat pemain lebih nyaman sehingga performanya juga bisa lebih baik," jelas Liana Tasno, Direktur Utama PSIM.
Sementara untuk posisi operasional di Yogyakarta, Wendy Umar Senoaji ditugaskan menangani urusan perizinan pertandingan yang diakui menjadi salah satu tantangan paling rumit dalam penyelenggaraan laga.
"Enggak semua orang bisa mengurus perizinan seperti itu. Ketua panpel itu pekerjaannya tidak mudah. Mereka berjibaku dari pagi sampai subuh demi memberikan yang terbaik untuk PSIM. Kalau kemudian ada izin yang tidak keluar, itu bukan berarti panpel tidak bekerja," ungkap Liana Tasno, Direktur Utama PSIM.
Liana turut mengimbau para suporter Laskar Mataram untuk memberikan sokongan moral kepada seluruh staf yang bekerja di balik layar dan menghindari prasangka negatif jika terjadi kendala operasional.
"Tolong jangan saling curiga. Kalau memang cinta sama PSIM, mari jaga bersama-sama. Nilai PSIM itu adalah integritas dan kebaikan," pinta Liana Tasno, Direktur Utama PSIM.
Guna memantapkan performa menjelang musim baru, skuad asuhan Jean-Paul van Gastel ini juga dilaporkan telah memulai sesi latihan perdana mereka pada Senin (20-7-2026).
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow